Payudara Pecah, Seorang Model Ini Jadi Korban Malpraktik Filler Payudara

0

Payudara Pecah, Seorang Model Ini Jadi Korban Malpraktik Filler PayudaraGaekon.com – Seorang model, Monica Indah (22) melaporkan seseorang berinisial YJ ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara atas kasus dugaan malpraktik.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Monica mengaku menderita hingga harus menjalani operasi setelah menjalani filler payudara.

Laporan Monica pada 11 Januari 2021 itu atas dugaan tindak pidana memproduksi/mengedarkan sediaan farmasi dan/alat kesehatan tanpa izin edar. Pengaduan Monica tertuang dalam laporan bernomor: 24/K/I/2021/SEK PENJ.

Monica melaporkan YJ ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Ia harus melakukan operasi karena infeksinya. Monica didiagnosis mengalami mastitis payudara.

Setelah melakukan operasi, pada Januari 2021, payudara Monica pecah. Monica, yang saat itu sudah berada di kampung halaman di Semarang, Jawa Tengah, kembali dioperasi.

“Setelah itu aku perawatan jalan, setelah itu tidak lama payudara aku terasa kayak mau pecah, empuk banget, bener-bener empuk banget payudaranya itu, cuma kayak ditusuk jarum udah langsung pecah kali. Setelah dia pecah masih keluar banyak nanah pokoknya, setelah itu bolongnya makin lama makin gede yang bekas infeksi yang memerah itu pecah. Itu kemudian saya dioperasi di RS di Semarang,” katanya.

Monica sempat meminta pertanggungjawaban, namun tidak ada iktikad baik dari YJ sehingga ia kemudian melapor ke Polsek Penjaringan. Ia berharap agar pihak polisi segera mengusut tuntas laporannya karena khawatir ada korban-korban lainnya.

“Sebelum aku laporin dia, aku sempat ngecek ke tempat praktiknya di Tangerang. Tapi orangnya nggak ada, yang nemuin aku itu entah saudaranya atau apanya, itu pun kemudian aku ditinggal di situ, mereka kabur,” kata Monica.

Sebelumnya, Monica tertarik melakukan filler payudara setelah melihat posting-an temannya, selebgram media sosial. Ia tertarik melakukan filler payudara karena ingin bentuk payudaranya ideal.

Monica mendapatkan nomor YJ ini dari temannya. Ia kemudian memanggil YJ ke apartemennya pada 15 November 2020 untuk melakukan filler payudara. YJ datang bersama suaminya berinisial SH.

“Namanya YJ dan suaminya, SH, dia datang. Mulailah tuh pengerjaan. Mungkin agak banyak juga kemungkinan 450 cc dan 420 cc (suntikan filler di payudara kanan-kiri), aku juga lupa pastinya. Dimasukin cairan disuntikin ke payudara, sebelumnya dianestesi dulu,” jelasnya.

YJ meyakinkan dirinya bahwa filler payudara ini aman. Ia tidak menjelaskan apa efek samping dari filler payudara ini pada Monica. YJ juga memberikan resep obat untuk Monica jika mengalami keluhan usai penyuntikan filler payudara.

“Dia nggak bilang ada efek sampingnya, nggak. Dia bilang ‘aman kok’,” kata Monica.

Monica menghabiskan uang Rp 13,5 juta untuk filler payudara tersebut. Tiga minggu kemudian, Monica mengalami demam. Ia merasakan payudaranyanya nyeri hingga nyut-nyutan. Ia membeli obat sesuai resep dari YJ, tapi sakitnya tidak mereda.

Demamnya justru semakin tinggi dan bagian payudaranya sakit luar biasa. Teman-temannya kemudian membawanya ke rumah sakit di Pluit. Ia didiagnosis mengalami mastitis payudara.

Setelah beberapa hari keluar dari rumah sakit, Monica kembali mengalami demam tinggi. Ia kemudian berobat ke rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Pihak rumah sakit saat itu menyarankan Monica dioperasi karena infeksi yang dideritanya sudah parah.

“Ya (dibilang dokter) infeksi, tapi infeksinya parah banget, yang gerak pun perih banget, nggak bisa apa-apa pokoknya. Aku dirawat di RS selama 2 minggu. Setelah dioperasi, baru ketahuan banyak nanah (di payudara),” ujarnya.

D For GAEKON