Jombang, JATIM – Tak seperti hari-hari biasanya. Makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sepi pengunjung. Padahal, lazimnya selalu ramai dengan peziarah yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Hal itu dikarenakan pihak Ponpes Tebuireng membatasi peziarah yang datang lantaran persiapan pemakaman Gus Sholah adik kandung Gus Dur yang meninggal Minggu 2 Februari 2020.

Baca juga : Gus Sholah Alami Aritmia Jantung, Apa Itu?

Pantauan GAEKON di lokasi hanya tampak segelintir peziarah yang datang di makam Gus Dur dan keluarganya. Makam itu terletak di belakang masjid Ponpes Tebuireng Jombang.

Pintu masuk ke areal makam dari belakang ponpes memang masih terbuka. Namun pintu jeruji besi yang mengarah ke makam sudah terkunci. Sehingga peziarah yang datang cuma bisa berdoa di ujung lorong berpintu besi itu.

“Ini tadi mau berziarah ke makam Gus Dur, tapi karena ditutup, saya hanya berdoa di balik pagar besi,” kata Zulfa, peziarah asal Cukir, Jombang kepada GAEKON di lokasi, Senin 3 Februari 2020.

Kepala Pondok Putra Ponpes Tebuireng Iskandar mengatakan bahwa pembatasan itu hanya sementara. “Sementara kami tutup sampai lorong saja. Karena antisipasi hiruk-pikuk saat pemakaman. Besok normal kembali,” tandasnya.

Dijaga 300 Polisi

Sementara itu, Polres Jombang mengerahkan sebanyak 300 personel polisi untuk menjaga prosesi pemakaman pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang itu. Jumlah itu tidak termasuk personel TNI dan Banser yang juga ikut berjaga.

“Kami aparat kepolisian bersama rekan-rekan TNI melaksanakan pengamanan dan pengaturan dengan tujuan supaya pemakaman Gus Sholah berjalan lancar,” kata Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan kepada GAEKON.

Dia merinci pembagian tugas dari total personel itu. Sebanyak 100 orang diantaranya disiagakan di dalam Ponpes Tebuireng. Sedangkan 200 lainnya disebar di area parkir dan jalur yang akan dilalui rombongan jenazah Gus Sholah.

“Di dalam pondok kami antisipasi dorong-dorongan pengunjung. Khususnya di dekat pemakaman,” terang Boby.

Saat prosesi pemakaman berlangsung, tambah Boby, pihaknya akan menutup Jalan Irian Jaya di depan Ponpes Tebuireng.

“Untuk lalu lintas dari arah Jalan KH Wahid Hasyim yang ke arah pondok kami tutup, kami alihkan ke arah barat ke arah Perak. Juga dari arah Blimbing (arah selatan) kami tutup, kami arahkan ke Gudo,” tegasnya.

Hingga pukul 11.45 WIB, jenazah Gus Sholah belum tiba di Ponpes Tebuireng. Jalan Irian Jaya di depan pesantren masih dibuka untuk pengguna jalan.

Tampak Banser dan polisi mengatur arus lalu lintas di depan pintu masuk pesantren. Para tamu sudah mulai berdatangan.

Gus Sholah Wafat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta pada Minggu 2 Februari sekitar pukul 20.55 WIB. Mantan Wakil Ketua Komnas HAM itu sempat kritis setelah menjalani operasi jantung, Jumat 31 Januari lalu.

Adik kandung Gus Dur ini merupakan pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang. Jenazahnya akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang ada di dalam pesantren tersebut pada Senin ini pukul 16.00 WIB.

K For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here