Antisipasi Kenaikan Kasus, Pemerintah Akan Larang Perayaan Tahun Baru

0

Antisipasi Kenaikan Kasus, Pemerintah Akan Larang Perayaan Tahun BaruGaekon.com – Guna mengantisipasi munculnya kasus Covid-19 kembali, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berencana melarang perayaan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar.

Melansir dari Jawapos, hal ini dilakukan lantaran kasus di Eropa dan beberapa negara lain terus tinggi. Luhut menghimbau agar semua bisa menaati kembali protokol kesehatan, agar tidak kembali mengulang pengalaman buruk.

”Di tengah angka peningkatan kasus di Eropa dan beberapa negara lain yang terus tinggi, saya kembali mengajak kita semuanya untuk tidak egois dan saling berbesar hati agar kita sama-sama bisa menaati kembali protokol kesehatan yang terus diimbau agar kita tidak kembali mengulang pengalaman buruk pada masa yang lalu akibat kelalaian kita,” terang Luhut.

Pemerintah Mempersiapkan Skenario Potensi Kenaikan Akibat Tahun Baru

Selain itu, Pemerintah juga mempersiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus akibat Natal dan tahun baru.

Kesiapan itu mencakup aspek baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Menurut Luhut, kesuksesan dalam menahan kenaikan kasus Covid-19 pada periode Natal dan tahun baru akan menentukan keberlanjutan pemulihan ekonomi ke depan.

Hingga saat ini, masih banyak ditemukan kondisi di lapangan yang menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat yang patuh akan protokol kesehatan semakin berkurang dari hari ke hari.

Luhut mengatakan bahwa hal ini sangat mengkhawatirkan dalam menghadapi potensi kenaikan mobilitas dan kasus konfirmasi Covid-19 pada masa Natal dan tahun baru.

”Oleh sebab itu, dalam menyambut Natal dan tahun baru yang akan datang sebentar lagi, pemerintah akan berkoordinasi untuk mengetatkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan protokol kesehatan utamanya di tempat kerumunan,” terangnya.

Pemerintah juga akan terus menggenjot percepatan vaksinasi terutama vaksinasi lansia di wilayah yang tingkat vaksinasi umum dan lansianya masih di bawah 50 persen.

Selain itu, pemerintah juga akan terus memperkuat aktivitas testing dan tracing oleh TNI/Polri dan penemuan kasus aktif, serta memasukkan pasien yang positif ke karantina terpusat untuk mencegah penyebaran di level keluarga.

D For GAEKON