Pemerintah Akan Terapkan Pajak Karbon, Harga BBM Dan LPG Siap-Siap Naik

0

Pemerintah Akan Terapkan Pajak Karbon, Harga BBM Dan LPG Siap-Siap NaikGaekon.com – Pajak karbon (carbon tax) yang dibuat Kementerian Keuangan akan berpengaruh pada harga BBM dan LPG.

Melansir dari Kumparan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengonfirmasi hal ini. Pihaknya menyampaikan bahwa rencana pajak karbon ini berpengaruh pada tambahan biaya dan harga baik di sektor hulu dan hilir bagi pemasar energi yang menghasilkan karbon. Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga BBM dan LPG.

“Ini tentu akan menyebabkan kenaikan harga baik di sisi hulu maupun di hilir bagi pemasar yang menghasilkan karbon,” kata Arifin.

Arifin menyampaikan hasil pengujian internal Kementerian ESDM dengan menunjukkan tiga skema perhitungan dasar atas penerapan pajak karbon di sektor energi, yakni USD 2 per ton (Rp 30/kg CO2e), USD 5 per ton (Rp 75/kg CO2e), dan USD 10 per ton (Rp 150/kg CO2e).

Ada tambahan biaya dari sisi produksi maupun tambahan harga dari sisi konsumen oleh produsen yang menghasilkan emisi seperti batu bara, minyak, dan gas bumi seiring diberlakukannya pengenaan pajak karbon.

Contohnya, apabila pajak karbon ditetapkan sebesar USD 2 per ton atau Rp 30 per kg CO2e, maka terdapat tambahan biaya USD 0,1 per ton dari sisi produksi batu bara dengan intensitas emisi 38,3 kg CO2/ton dan produksi minyak dengan intensitas emisi 46 kg Co2/barel.

Selanjutnya dari sisi produksi gas bumi yang memiliki intensitas emisi sebesar 6.984 kg CO2/MMSCF akan dibebankan tambahan biaya USD 0,01/MSCF.

Sisi konsumen akan ada potensi peningkatan biaya tambahan harga sebesar Rp 64 per liter dari BBM yang memiliki intensitas 2,13 kg CO2/liter.

Untuk konsumen gas atau LPG terdapat tambahan harga sebesar Rp 1.638/MSCF untuk gas dengan intensitas emisi 54,6 kg CO2/MSCF dan Rp 38/kg untuk LPG dengan intensitas emisi 1,26 kg CO2/kg.

Tarif Pajak Karbon Berlaku Mulai 1 April 2022

Pengenaan pajak karbon juga berdampak pada tambahan biaya pada sisi konsumen batu bara. Sesuai dengan Undang-Undangan No 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pajak karbon dikenakan atas emisi karbon yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup dan memperhatikan peta jalan pajak karbon yang ditetapkan oleh pemerintah dan/atau peta jalan pasar karbon.

Tarif pajak karbon ditetapkan paling rendah sebesar Rp 30,00 per kg CO2e di mana berlaku pada 1 April 2022 di subsektor PLTU batu bara dengan skema cap & tax.

D For GAEKON