Pemerintah Diminta Pastikan Keselamatan 9 WNI yang Sempat Di Tahan Israel

0

Pemerintah Diminta Pastikan Keselamatan 9 WNI yang Sempat Di Tahan Israel

Anggota Komisi I DPR Ahmad Iman Sukri memastikan keselamatan sembilan warga negara Indonesia (WNI) dalam proses pemulangan, usai ditahan tentara Israel.

Sebelumnya diketahui, 9 WNI yang tergabung dalam misis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 telah dibebasnya, di mana sebelumnya mereka di tahan oleh tentara Israel.

Iman juga menyebut bahwa mereka akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh setelah tiba di Indonesia.

“Para relawan juga perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh setelah tiba di Indonesia. Negara harus memastikan mereka pulang dalam kondisi aman dan sehat,” ujar Iman, dikutip dari Kompas, Sabtu (23/5/26).

Menurut Iman, pemerintah memiliki kewajiban dalam melindungi WNI di luar negeri, terutama mereka yang berada di wilayah konflik.

“Proses ini jangan dilepas begitu saja setelah dibebaskan. Pemerintah harus terus mengawal sampai mereka benar-benar tiba di Indonesia. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait perlu diperkuat agar tidak ada hambatan selama proses transit dan pemulangan,” ujar Iman.

Iman juga mengapresiasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), dan pihak terkait lainnya yang terlibat dalam pembebasan sembilan WNI yang ditangkap Israel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, khususnya Kementerian Luar Negeri, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), serta seluruh otoritas yang membantu proses pembebasan dan pemulangan para relawan,” ujar Iman.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mewakili pemerintah Indonesia menyampaikan rasa syukur atas dibebaskannya sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF), yang sebelumnya ditangkap tentara Israel.

Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan sembilan WNI tersebut.

Ia mengatakan, perkembangan positif ini merupakan buah koordinasi erat yang dilakukan pemerintah Indonesia dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF oleh Israel.

Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI, kata Sugiono, telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia.

Sugiono mengatakan, pemerintah Indonesia sekali lagi mengecam keras perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.

 

 

KA For GAEKON