Pemerintah Indonesia Jamin Perawatan Atlet Panjat Tebing Selama Isolasi Mandiri Swiss

0

Pemerintah Indonesia Jamin Perawatan Atlet Panjat Tebing Selama Isolasi Mandiri SwissGaekon.com – Pemerintah Indonesia menjamin perawatan atlet dan ofisial panjat tebing yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama isolasi mandiri di Zurich, Swiss.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tempo, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat permohonan fasilitasi kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss sejak Senin (5/7).

“Poinnya kami terima kasih kepada Menteri Luar Negeri untuk turut memonitor (keadaan atlet dan ofisial) di sana, kemudian Kedubes RI yang juga bergerak cepat melindungi warganya,” kata Gatot.

Meski hanya empat orang yang dinyatakan positif, seluruh kontingen panjat tebing Indonesia wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari di salah satu hotel di Zurich.

Gatot bersyukur kasus ini terindentifikasi setelah pertandingan telah selesai, sehingga dampaknya tidak meluas.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa Covid-19 itu masih terjadi di mana-mana. Khususnya, untuk atlet maupun ofisial yang akan berangkat ke Olimpiade dan akan pulang harus aware,” katanya.

Atlet Panjat Tebing Positif Setelah Dapat Emas

Sebelumnya, Atlet panjat tebing Indonesia sekaligus pencetak rekor dunia speed putra Veddriq Leonardo terkonfirmasi positif Covid-19 setelah meraih medali emas dalam ajang IFSC Climbing World Cup Villars di Swiss.

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) Yenny Wahid mengatakan ada 4-5 orang dari 16 anggota kontingen yang terpapar Covid-19.

“Ada ofisial juga, yang udah terindentifikasi ada empat orang, tapi ada satu lagi. Tapi masih tunggu diagnosa, antara 4-5 orang,” ujar Yenny.

Selain Veddriq, Alfian M Fadjri, Desak Made Rita dan ofisial bernama Christina Glorya Purba juga terkonfirmasi positif. Yenny mengatakan kontingen panjat tebing terindentifikasi ketika sudah berada di Zurich untuk kembali ke Tanah Air.

“Karena bergejala ringan, hanya diminta isolasi mandiri, jadi mereka diminta tinggal selama 14 hari di Swiss, dalam kamar hotel saja,” terangnya.

Menurut Yenny kondisi Veddriq dan kawan-kawan hanya demam dan flu ringan. Kondisi gejala ringan itu akibat sistem kekebalan tubuh dari atlet yang jauh lebih baik dan seluruh kontingen telah menjalani vaksinasi.

“Hebatnya sih Veddriq itu, dia kemungkinan sudah positif pas kejuaraan, tapi masih bisa juara,” ujar dia.

Yenny menambahkan selama menjalani isolasi mandiri, kontingen panjat tebing mendapat suplai vitamin dan obat pereda demam dari Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss.

Menurut Yenny, untuk biaya isolasi mandiri kontingen selama 14 hari bakal ditanggung secara bersama antara pemerintah dan FPTI. Apalagi, kata dia, ada atlet Petlanas yang memang sudah mendapat alokasi dana melalui APBN.

D For GAEKON