Pemerintah Pusat Salahkan Pemda Soal Warga Berjubel Belanja di Pasar

0

Gaekon.com – Seperti diberitakan, di sejumlah daerah banyak sekali pasar-pasar yang ramai disesaki warga yang ingin berbelanja kebutuhan Lebaran meski di tengah pandemi virus Corona. Juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“(Warga) ya tanggung jawabnya lah. Provinsi ya tanggung jawabnya gubernur, kabupaten tanggung jawabnya bupati, kota tanggung jawabnya wali kota, kan gitu,” kata Yuri saat dihubungi, Jumat (22/5).

Yuri menyebut bahwa pandemi virus Corona sudah menjadi bencana nasional. Karena itulah, pemerintah daerah juga bertanggung jawab dalam penanganan dan pencegahannya, termasuk urusan menertibkan warga.

“Kan nggak semua daerah itu harus diurusi dari pusat, pemerintah daerah kan ada. Itu kan semuanya udah jadi urusan pemerintah daerah kan. Kan nggak mungkin semuanya diurusi dari pusat kan,” ujar Yuri. “Semua (penanganan dan pencegahan), ini kan namanya bencana nasional, maka semuanya, semua pemerintah harus tanggung jawab, termasuk daerah,” tegasnya.

Sejumlah pasar di wilayah DKI Jakarta, seperti Pasar Kebayoran Baru, Pasar Jatinegara, Kramat Jati, hingga pasar minggu ramai dikunjungi warga pada Jumat (22/5). Warga berjubel memenuhi pasar untuk berbelanja baju dan kebutuhan jelang Lebaran.

Tak hanya di Ibu Kota, pasar-pasar di daerah seperti Sukabumi, Jawa Barat hingga Probolinggo, Jawa Timur juga ramai dikunjungi masyarakat. Mereka berbelanja kebutuhan jelang Hari Raya Idul Fitri.

Namun, ada kepala daerah yang berusaha bertindak tegas mengatasi hal ini. Seperti yang dilakukan Ganjar Pranowo. Ganjar mengancam akan menutup pusat perbelanjaan di Jawa Tengah yang kembali buka namun tidak menerapkan protokol kesehatan pandemi virus Corona (COVID-19) dengan ketat.

“Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mal, supermarket, lebih baik tutup saja. Karena ini kondisinya sudah kritis. Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang cash jadi ini sangat berbahaya,” kata Ganjar di rumah dinasnya, Jumat (22/5).

Pasar menjadi salah satu klaster penyebaran Corona yang membuat Wali Kora Semarang, Hendrar Prihadi memperpanjang masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Padahal sebelumnya grafik kasus Corona di Kota Semarang terus menurun, namun tiga hari terakhir ada tren kasus bertambah seiring banyaknya warga yang mulai berduyun-duyun ke pusat perbelanjaan. “Untuk bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, agar rasa-rasanya dalam dua hari ini akan ada banyak kerumunan orang belanja, ketati saja,” tegasnya.

W For GAEKON