Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama 28 dan 30 Oktober

0

Gaekon.com – Pemerintah menetapkan tanggal 28 dan 30 Oktober sebagai libur cuti bersama. Hal itu sesuai Kepres Nomor 17 Tahun 2020 tentang cuti bersama pegawai Aparatur Sipil Negara.

Menpan RB Tjahjo Kumolo memastikan tanggal itu sebagai hari cuti bersama di tengah pandemi Covid-19. Keputusan itu dibuat mengapit tanggal merah yakni hari Kamis, 29 Oktober, yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Benar tanggal 30 libur keputusan bersama,” kata Tjahjo, Kamis (15/10) malam.

Tjahjo juga memastikan tidak ada perubahan tanggal libur. Libur tetap berlaku di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

“Tidak ada perubahan,” jawab Tjahjo singkat.

Diketahui tanggal 28 dan 29 Oktober jatuh pada hari Rabu dan Kamis. Artinya pada Jumat, 30 Oktober akan menjadi hari terjepit jelang akhir pekan. Dengan begitu masyarakat bakal merasakan libur lebih lama.

‘Tanggal 28 dan 30 Oktober 2O2O (Rabu dan Jumat) sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW,’ dikutip kembali dari Keppres tersebut.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mewanti-wanti lonjakan Kasus Covid-19 saat libur Maulid Nabi. Hal ini diungkapkan Anies lantaran lonjakan kasus yang turut terjadi pada libur panjang sebelumnya.

“Karena kalau kami perhatikan lonjakan yang terjadi awal September kemarin tidak terlepas dari libur panjang Agustus kemarin,” terang Anies di Jakarta, Sabtu (10/10).

Oleh karena itu, ia memperingatkan masyarakat agar tetap waspada dan melakukan protokol kesehatan. Anies meminta agar semua pihak mewaspadai klaster keluarga di tengah libur panjang.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat jangan sampai timbul klaster keluarga yang sangat besar karena libur bersama,” kata Anies.

Mengutip dari corona.jakarta.go.id, per 15 Oktober 2020, angka akumulasi konfirmasi positif Covid-19 di DKI ada 91.337 kasus , atau kembali naik konsisten di angka 1.071 dari hari sebelumnya. Dari angka akumualsi tersebut ada 273.661 yang sembuh (78,4 persen) dan 12.268 meninggal (3,5 persen).

Artinya, saat ini di DKI ada 63.231 kasus aktif atau 18,1 persen. Dari angka tersebut ada 13.379 yang masih dalam perawatan atau isolasi mandiri.

K For GAEKON