Surabaya – Monatorium CPNS yang sudah berlaku empat tahun ini membuat Pemkot Surabaya masih kekurangan tenaga ASN. Meski Pemerintah Pusat telah menambah kuota yang disetujui untuk Pemkot Surabaya, bertambah dari 400 menjadi 705, nyatanya jumlah formasi masih dirasa kurang.

“Karena kami empat tahun moratorium, pertahun pensiun sekitar 800-an. Jadi sekian ribu pegawai juga empat tahun itu tidak ada penambahan. Itu dari sisi kebutuhan kurang, cuman kita harus realistis juga,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya Mia Santi Dewi saat ditemui GAEKON di Gelanggang Olahraga, Rabu (12/2).

Mia menjelaskan apabila kemampuan negara hanya mampu merekrut sekian puluh ribu kemudian dibagi, antar kementerian dan provinsi. Maka, Pemkot pun mengajukan yang diprioritaskan. “Meskipun kalau dihitung secara ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) sih ada penghitungan formasi, ya kami banyak (kurangnya),” jelasnya.

Meski tak menyebutkan jumlah dari harapan PNS Pemkot Surabaya, Mia mengatakan perlu melihat dulu yang diprioritaskan. Berapa pun itu, Mia berharap semua kebutuhan tenaga terpenuhi. Tapi ia merasa hal itu susah untuk diwujudkan, melihat kemampuan negara dan Surabaya. “Dihitung dulu kebutuhan kami berapa sekarang, terisi berapa. Sekarang kan ngomong jabatan juga, pendidikan, nggak bisa banyak,” ujarnya.

Kekurangan PNS di Pemkot Surabaya ada di sektor tenaga pendidikan, kesehatan, teknis, infrastruktur hingga sarpras. Selama tes CPNS dibuka, Mia mengatakan semua berjalan dengan lancar. Dari peserta yang mengikuti, ada empat orang difabel dan banyak ibu hamil yang diprioritaskan. “Kebetulan tidak ada yang tuna netra, hanya fisik. Bisa jalan semua. Ibu hamil banyak, kalau ibu hamil biasanya saya dahulukan, secara antrean, titip tas sampai jalurnya ada sendiri, dapat prioritas,” pungkas Mia.

Pemkot Surabaya sendiri telah membuka 705 formasi untuk CPNS 2019 dari 987 formasi yang diusulkan. Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kota Pahlawan masih membutuhkan banyak guru.

Ratusan formasi yang disetujui terdiri dari 428 tenaga guru, 171 tenaga kesehatan dan tenaga teknis sebanyak 106 formasi. Risma membenarkan bahwa formasi tenaga pendidik paling banyak. Khususnya guru SD. “Kalau sampai tahun depan (2020) gak dapat (guru), aku ngajar rek,” kata Risma sembari bercanda, Selasa (12/11/2019) yang lalu.

W For GAEKON

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here