Penampakan Buron KPK Harun Masiku Di CCTV Bandara

0

Jakarta – Kabar Harun Masiku yang buron ke luar negeri pada saat OTT atas Komisioner KPU Wahyu Setiawan diragukan kebenarannya. Sebab kamera pengawas atau CCTV bandara merekam pergerakan Harun Masiku yang tiba di tanah air pada 7 Januari 2020, sedangkan OTT KPK sendiri digelar pada 8 Januari 2020.

Harun memang melancong ke Singapura pada 6 Januari 2020 menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 832 dan duduk di kursi 6K, yang berangkat pukul 11.30 dan tiba pukul 14.20 waktu Singapura.

Keesokan harinya, Harun tiba di Indonesia menggunakan Batik Air. Kedatangan Harun di Soekarno-Hatta pun terekam kamera CCTV.

Pantauan CCTV Bandara Soekarno-Hatta merekam detik-detik calon legislatif PDIP pada Pemilu 2019 ini tiba di tanah air. Rekaman berdurasi 20 detik itu menunjukkan rombongan penumpang pesawat yang baru landing sedang berjalan di travelator.

Harun terlihat mengenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang serta sepatu serba hitam, Harun berjalan paling belakang dari rombongan. Tangan kanannya menenteng 2 tas, salah satunya tas belanja.

Bila Harun sudah ada di dalam negeri sebelum OTT KPK berlangsung, tapi mengapa Pimpinan KPK dan Kemenkumham tidak segera mengungkap jejak harun dan malah membuat narasi Harun kabur keluar negeri.

KPK justru meyakini Harun berada di Singapura pada saat operasi tangkap tangan. “Informasi dari humas Imigrasi kan sudah jelas bahwa, berdasarkan data lalu lintas orang, dia ada di Singapura per tanggal 6 Januari,” ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Imigrasi Arvin Gumilang juga mengatakan Harun belum tercatat kembali ke Tanah Air.

Begitu pula dengan Menkumham Yasonna Laoly yang ngotot menyatakan Harun masih di luar negeri. “Pokoknya belum di Indonesia,” kata politikus PDI Perjuangan itu Kamis, 16 Januari lalu.

Harun memang berada di Singapura pada 6 Januari 2020. Tapi, pantauan CCTV bandara membuktikan Harun sudah kembali ke Indonesia sehari sebelum OTT KPK.

Sebelumnya, Harun berstatus buron setelah lolos dari OTT KPK yang digelar Rabu, 8 Januari 2020. Dalam operasi senyap itu, KPK mencokok Wahyu, yang diduga menerima suap Rp 600 juta dari total kesepakatan Rp 900 juta. Duit itu diduga untuk meloloskan Harun, sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat terpilih melalui mekanisme pergantian antarwaktu di KPU.

K For GAEKON