Sejumlah Pendaki Ilegal Nekat Mendaki Gunung Gede Pangrango Meski Kawasan Tengah Ditutup

0

Sejumlah Pendaki Ilegal Nekat Mendaki Gunung Gede Pangrango Meski Kawasan Tengah DitutupGaekon.com – Di tengah diberlakukannya PPKM Darurat, banyak tempat yang kemungkinan menimbulkan kerumunan ditutup. Seperti mall hingga tempat wisata.

Tempat-tempat tersebut ditutup guna menekan kasus positif Covid-19. Namun, meski demikian, masih saja ada segelintir orang yang nekat melanggar. Mereka tetap saja mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah pemuda ini. Mereka nekat mendaki di kawasan Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Momen ini diketahui dari unggahan akun Instagram @btn_gn_gedepangrango pada Sabtu, 17 Juli 2021.

“Benar saja, tadi pagi menjelang fajar (17/07/2021) tim patroli jalur pendakian berjumpa dengan calon pendaki tanpa izin yang berasal dari Bogor dan Jakarta berjumlah 11 orang. Sebagai langkah lanjutan tim melakukan pendataan identitas dan himbauan kepada pendaki ilegal tersebut agar tidak melanjutkan perjalanan serta berkoordinasi dengan aparat setempat,” terang akun tersebut.

Pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ada tiga pintu resmi yaitu Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana.

Salah satu upaya untuk mengantisipasi dan mencegah kunjungan tanpa izin terutama pendakian, personel Resort PTN Gunung Putri bersama mitra Volunteer GPO, Babinsa dan Tim Gugus Tugas Covid 19 Desa Sukatani rutin melaksanakan patroli di jalur pendakian setidaknya pada libur akhir pekan.

Di lain lokasi, tim dari Resort PTN Situgunung menemukan hal serupa. Dua Rombongan berjumlah enam orang yang merupakan pengunjung tanpa izin, dua orang diantaranya bermaksud melakukan camping (kemah) dan sudah mendirikan tenda.  Sementara empat orang lainnya bertujuan melakukan foto prewedding.

Rombongan mengaku masuk kawasan pada pukul 04.35 WIB dini hari. Mereka tertangkap basah pada pukul 08.30 WIB dan langsung diarahkan ke Tourist Information Center (TIC) pada pukul 09.00 WIB.

Rombongan kemudian dibawa ke Polsek Kadudampit, serta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Tim Tugas Muspika Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Pihak pengelola TN Gunung Gede Pangrango berharap kejadian seperti itu tak terulang lagi demi kebaikan bersama, terutama demi mencegah penyebaran Covid-19.

Yuk #SobatGepang selalu patuhi anjuran Pemerintah, termasuk PPKM Darurat ini. Meski PPKM, kami tetap melakukan penjagaan TN Gunung Gede Pangrango. Tetap waspada dan memperketat penerapan protokol kesehatan 5M. Salam Lestari,” tutup unggahan tersebut.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sebenarnya Ditutup Sementara

Sehubungan dengan PPKM Darurat, aktivitas wisata dan pendakian di TNGGP dinyatakan ditutup berdasarkan surat edaran Kepala Balai Besar TNGGP No. 1086 dan 1087/BBTNGGP/Tek.2/07/2021 tanggal 2 Juli 2021.

“Sesuai surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia terkait Implementasi PPKM Darurat Jawa-Bali tanggal 3 – 20 Juli 2021, kegiatan wisata alam dan berkemah di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditutup sementara untuk umum dari tanggal 03 Juli s.d. 20 Juli 2021, melalui Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP nomor 1086/BBTNGGP/Tek.2/07/2021,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan tersebut, disertakan juga Surat Edaran yang ditandatangani Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Wahju Rudianto.

Pihak TNGGP menyampaikan permintaan maaf pada mereka yang sudah merencanakan kunjungan pada tanggal tersebut. Para pengunjung bisa mengajukan reschedule atau pengembalian uang dengan menghubungi layanan pelanggan pendakian.

D For GAEKON