Peneliti Dari UGM Temukan Senyawa Dalam Kulit Jeruk Mampu Tangkal Corona

0

Buah manis berwarna kuning ini memang memiliki banyak manfaat. Mengonsumsi satu buah jeruk yang besar berpotensi mencukupkan kebutuhan harian kita terhadap vitamin C. Selain mencukupkan kebutuhan vitamin, buah jeruk juga bermanfaat untuk memelihara kesehatan jantung, mencegah batu ginjal, mengendalikan tekanan darah, hingga berpotensi untuk menurunkan risiko diabetes.

Bukan hanya buahnya saja yang memiliki banyak manfaat, kulit buah jeruk juga memiliki banyak manfaat. Kulit jeruk ternyata juga baik untung kesehatan jantung. Selain itu kulit juga bisa dimanfaatkan sebagai antikanker, kesehatan paru-paru, mengatur gula darah, hingga menghancurkan batu ginjal.

Baru-baru ini studi yang berjudul “Revealing the Potency of Citrus and Galangal Cobstituents to Halt SARS-CoV-2 Infection” mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak? Berdasarkan penelitian ternyata kulit jeruk juga berpotensi mengusir virus corona.

Seperti yang dikutip GAEKON dari laman Medcom.id, tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan sejumlah senyawa yang berpotensi mencegah virus corona atau penyebab Covid-19. Salah satunya adalah senyawa yang terkandung di dalam jeruk, terutama di bagian kulitnya.

Hasil studi yang dilakukan oleh Rohmad Yudi Utomo, Apt., M.Sc., Dr. Muthi Ikawati, Apt., M.Sc.,,Ph.D., dan Prof. Dr. Edy Meiyanto, Apt., M.Si. , Ph.D.,telah diterbitkan dalam jurnal internasional non peer-reviewed, Preprints, grup MDPI (2020).

Dalam studi tersebut diketahui, bahwa jeruk mengandung senyawa flavonoid yaitu hesperidin, yang lebih banyak dan lebih tinggi potensinya dibandingkan kandungan senyawa dalam herbal lain yang diteliti, seperti lengkuas, secang, dan kunyit.

“Dari studi screening secara komputasi menggunakan senyawa-senyawa aktif pada keempat tanaman bahan herbal tersebut. Diketahui bahwa senyawa pada tanaman jeruk, khususnya hesperidin, memiliki potensi yang paling kuat disusul dengan senyawa pada lengkuas, secang, dan kunyit,” Kata Muthi.

Muthi menjelaskan senyawa antivirus kandungan berupa hesperidin dalam buah jeruk paling banyak terdapat pada kulitnya. Maka dari itu apabila ingin memperoleh kandungan hesperidin, sebaiknya mengonsumsi jeruk diolah menjadi hidangan manis seperti marmelade.

Selain itu, dapat dibuat menjadi infused water tanpa mengupas kulitnya, seduhan jamu (empon-empon) atau teh dapat ditambahkan irisan buah jeruk.

“Semua jenis jeruk bisa digunakan karena mengandung hesperidin sehingga dalam pemanfaatannya tidak usah pilih-pilih ” Ungkap Muthi.

Senyawa hesperidin dari sejumlah penelitian terdahulu diketahui memiliki manfaat sebagai imunomodulator (meningkatkan imunitas), anti-inflamasi, dan antioksidan. Jeruk menjadi bahan alami yang baik untuk mencegah beta corona virus, termasuk SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19.

Muthi juga mengatakan, saat ini terapi virus corona menggunakan Lopinavir dan Nafamostat. Hasil komputasi yang telah mereka lakukan menunjukkan beberapa senyawa uji memperlihatkan kemampuan lebih mudah berinteraksi dengan target virus dibandingkan lopinavir dan nafamostat, obat antivirus yang diujikan untuk Covid-19.

“Dibandingkan dengan kedua obat tersebut, senyawa uji menunjukkan kemampuan berinteraksi dengan target dalam virus yang setara atau bahkan lebih kuat,” ungkapnya.

Senyawa-senyawa pada jeruk tersebut bisa berikatan lebih kuat dan mudah pada protein target pada virus maupun sel inang. Dengan demikian, senyawa dalam jeruk akan menciptakan sebuah blokade yang menghambat perkembangan virus untuk menginfeksi sel inang ataupun mereplikasi diri.

Maka dari itu jeruk sangat direkomendasikan untuk diteliti lebih lanjut potensinya menjadi obat yang bisa mencegah infeksi virus masuk ke dalam tubuh seseorang.

Melansir dari clinicaltrial.gov, dalam studi lain, hesperidin dilaporkan mampu menghambat replikasi virus influenza A pada model sel dan hewan uji serta pernah digunakan dalam beberapa uji klinis.

Hasil studi komputasi yang dilakukan Muthi dan tim ini membuka potensi ke depan terkait penelitian dan pemanfaatan herbal dalam penanganan Covid-19. Di samping itu, juga menambah wawasan bagi masyarakat tentang potensi herbal khususnya kulit jeruk.

Penemuan ini membuka potensi ke depan mengenai penelitian dan pemanfaatan herbal dalam penanganan covid-19 sekaligus menambah wawasan bagi masyarakat mengenai potensi herbal, khususnya kulit jeruk.

“Riset ini baru di tahap komputasi, ke depan perlu dilakukan uji lanjutan pada sel, hewan coba, hingga manusia untuk mengetahui efektivitasnya,” tegas Muthi.

KL For GAEKON