Peneliti Katakan Ibu Hamil Yang Terinfeksi Covid-19, Gejalanya Ringan!

0

Peneliti Katakan Ibu Hamil Yang Terinfeksi Covid-19, Gejalanya Ringan!

Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini dapat menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu menyusui maupun ibu hamil. Siapa saja bisa terserang, termasuk orang yang ada bawaan penyakit akan lebih rentan terpapar.

Sistem imun dan daya tahan tubuh yang kuat bisa menjadi penghalang virus ini agar tidak menyerang tubuh. Gejala yang dialami setiap orang ketika sudah terpapar virus ini akan berbeda-beda. Tergantung dengan kondisi orang tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Obstetrics & Gynecology menunjukkan bahwa kebanyakan ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 mengalami gejala yang ringan dan tidak parah apabila dibandingkan dengan orang pada umumnya.

Dalam penelitian ini menganalisis 43 ibu hamil yang positif Covid-19 di New York, Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut ditemukan sebanyak 80 persen ibu hamil yang mengalami penyakit Covid-19 dengan gejala ringan.

Lima persen atau sekitar empat orang mengalami gejala yang lebih parah. Lima persen lainnya, sekitar dua orang berada pada kondisi yang kritis.

“Dari 29 perempuan positif gejala Covid-19, 86,2 persen stabil untuk pulang ke rumah, dengan tanda-tanda vital normal, tidak perlu oksigen tambahan, dan tidak ada indikasi klinis untuk pencitraan atau pengobatan,” kata studi tersebut, dikutip dari CNN.

Bukan hanya gelaja ringan pada ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 saja, penemuan lain juga ditemukan mengenai ibu yang tidak bisa menularkan infeksi virus Covid-19 kepada bayi mereka. Berdasarkan tes yang dilakukan setelah melahirkan, tidak ada bayi yang terinfeksi Covid-19.

Apabila dibandingkan dengan efek SARS dan H1N1, respons Covid-19 ini sangat berbeda pada ibu hamil. Kedua penyakit itu sangat rentan dialami ibu hamil. SARS dan H1N1 memiliki komplikasi yang lebih serius dan memiliki risiko kematian yang lebih besar untuk ibu hamil daripada orang pada umumnya. Masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memahami risiko Covid-19 pada ibu hamil.

Banyak anggapan bahwa daya tahan tubuh ibu hamil biasanya lebih lemah daripada orang-orang lainnya, namun fakta penelitian menunjukkan hingga saat ini tidak ada bukti yang memperkuat anggapan bahwa ibu hamil lebih rentan tertular virus corona jika dibandingkan dengan orang-orang lain yang tidak hamil.

Belum ada laporan yang menunjukkan adanya kematian ibu hamil akibat infeksi virus corona. Oleh karena itu, sampai sekarang, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan masalah selama kehamilan atau mempengaruhi kesehatan bayi setelah lahir.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Beritasatu, kasus flu berat pada ibu hamil justru lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan Covid-19. Pada tahap akhir kehamilan, fungsi organ banyak mengalami penurunan, termasuk paru-paru yang menjadi kurang mampu untuk mengedarkan udara, sehingga membuat ibu hamil rentan terhadap infeksi.

Sebuah penelitian dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di China, mengamati empat wanita yang terinfeksi virus ketika mereka melahirkan empat bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa keempat wanita itu baru terinfeksi virus ketika mereka melahirkan.

Sementara keempat bayi yang baru dilahirkan tetap dalam keadaan sehat, tanpa gejala Covid-19. Satu bayi memiliki masalah pernapasan ringan tetapi pulih dengan baik setelah beberapa hari perawatan.

Dua memiliki ruam tetapi kemudian menghilang dalam 10 hari tanpa pengobatan. Ada tiga bayi yang dites untuk virus corona dan hasilnya tidak ada dari mereka yang memiliki virus ini dalam tubuhnya. Hal ini benar-benar membuktikan bahwa ibu hamil tidak bisa menularkan virusnya terhadap janin yang dikandungnya.

KL For GAEKON