Peneliti Temukan Teknologi ‘Fast Charging’ Di Masa Mendatang Dengan Kulit Durian

0

Buah Durian menjadi salah satu favorit masyarakat Indonesia. Bahkan terkenal dengan buah premium karena harganya yang lumayan mahal. Rasa manis dari durian ini membuat orang selalu berbondong-bondong membelinya saat musim panen tiba.

Apalagi jika daging buahnya sangat tebal, hal ini menjadi daya tarik tersendiri. Tidak sedikit juga orang yang mual ketika mencium bau menyengat buah ini, sehingga mereka tidak menyukainya. Durian yang selama ini kita kenal dengan buah yang sangat nikmat, ternyata juga menyimpan banyak manfaat.

Bukan untuk kesehatan, maupun kecantikan saja. Berdasarkan penelitian, durian ternyata dapat digunakan untuk teknologi pengisian daya cepat alias fast charging di masa mendatang.

Berdasarkan kutipan GAEKON dari laman Goodnewsfromindonesia, penelitian yang dilakukan oleh Vincent G. Gomes, seorang profesor di University of Sydney, durian yang juga dikenal sebagai Raja Buah, ternyata juga dapat diubah menjadi superkapasitor.

Superkapasitor adalah generasi terbaru dari perangkat penyimpan energi, yang disebut sebagai kapasitor, mirip seperti baterai. Namun berbeda dari baterai, kapasitor tidak dapat menyimpan banyak energi karena kepadatan energi yang dimilikinya lebih sedikit dibandingkan dengan baterai.

Kapasitor memiliki kepadatan daya yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan baterai. Nilai kepadatan daya ini dapat memberikan daya yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan baterai.

Superkapasitor memiliki sifat yang mirip dengan kapasitor namun memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitor konvensional, sehingga superkapasitior dapat menyimpan lebih banyak energi jika dibandingkan dengan kapasitor, serta dapat memberikan daya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan baterai.

Salah satu hal yang menjadi kekurangan dari superkapasitor adalah harganya yang mahal. Oleh karena itu, untuk menekan harga, beberapa ilmuan mencoba mencari alternatif dari bahan yang biasa digunakan untuk membuat superkapasitor.

Banyak alternatif yang sudah dicoba, diantaranya adalah semangka, kulit jeruk bali, hingga bubur kertas. Namun, durian dan nangka menjadi material organik yang memberikan hasil terbaik.

Durian yang digunakan bukan buah yang masih utuh, melainkan sampah atau biowaste dari buah tersebut. Sampah durian tersebut akan diubah menjadi aero gel yang selanjutnya digunakan sebagai bahan superkapasitor itu sendiri.

“Ketepatan struktural biomassa alami dengan pori-pori hierarkisnya, yang dikembangkan selama jutaan tahun evolusi biologis, memberikan sumber daya yang luar biasa sebagai template untuk sintesis bahan berbasis karbon. Sifat-sifatnya yang terintegrasi dari area permukaan tinggi, konduktivitas dalam pesawat, dan situs aktif antarmuka dapat memfasilitasi reaksi elektrokimia, difusi ionik, serta densitas pembawa muatan tinggi,” kata para peneliti.

Dari aero gel karbon tersebut, durian dan nangka akan dapat dijadikan superkapasitor. Dilansir dari ubergizmo, superkapasitor dapat menjadi dasar untuk teknologi fast charging atau pengisian daya cepat untuk berbagai perangkat, mulai dari ponsel pintar hingga mobil listrik.

Hal ini menjadi penemuan yang sangat menarik mengingat buah durian dan nangka sendiri sangat mudah kita temukan di negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Selain itu, dalam jurnal tempat penemuan ini dipublikasikan, Journal of Energy Storage, penulis jurnal menuliskan bahwa penemuan ini selain meningkatkan nilai ekonomi, juga dapat mengurangi polusi yang disebabkan oleh sampah organik dari durian dan nangka.

Gagasan yang menyebut alam dapat memberikan solusi bagi beberapa keajaiban teknologi moderen bukanlah hal baru. Seperti eksperimen sains sederhana yang diajarkan di sekolah.

Salah satunya ketika mempelajari soal bagaimana kentang dapat dimanfaatkan sebagai baterai. Jadi, pengetahuan ini seharusnya tidak terlalu mengejutkan.

Menarik untuk menanti penelitian soal durian ini dikembangkan lebih lanjut. Apabila berhasil, bisa jadi di masa depan kita akan melihat durian sebagai salah satu pemasok daya listrik untuk beragam benda elektronik.

Bagaimana? Manfaat yang dihasilkan dari buah Durian ini tidak hanya dari daging buahnya saja, namun sampai dengan kulitnyapun juga bermanfaat. Padahal jika dilihat, kulit durian sebenarnya sudah menjadi sampah dan kebanyakan orang pasti tidak menghiraukannya.

Namun percobaan dan penelitian yang terus dilakukan ini mampu membuktikan bahwa sampah kulit durian dapat berguna untuk teknologi fast charging. Masih ingin membuang kulit durian ?

KL For GAEKON