Kasus Penemuan Mayat Ibu Dan Anak Di Kantong Plastik, Polisi Periksa 24 Orang

0

Kasus Penemuan Mayat Ibu Dan Anak Di Kantong Plastik, Polisi Periksa 24 OrangGaekon.com – Kasus mayat ibu dan bayi dalam kantong plastik di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tengah ditindaklanjuti.

Melansir dari Kompas, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memeriksa 24 orang sebagai saksi dalam kasus tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna.

Krisna menyampaikan bahwa polisi telah berhasil mengidentifikasi dua mayat itu melalui proses tes DNA, sehingga jenazah bisa diserahkan kepada pihak keluarga.

Kedua jenazah itu bernama Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael (1). Menurut keterangan Krisna, 24 orang saksi yang telah diminta keterangan oleh polisi tersebut merupakan orang yang tahu tentang Astri dan anaknya.

“Sampai saat ini, saksi yang diperiksa sebanyak 24 orang dari berbagai pihak yang dinilai berdasarkan hasil penyelidikan ini patut dan layak untuk dimintai keterangannya,” terangnya.

Krisna mengungkapkan bahwa kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap pelaku. Saat ini menurutnya masih dalam rangka mengidentifikasi korban terlebih dahulu.

“Proses investigasi kasus ini, tentu sangat hati-hati dan cermat sehingga nanti akan memberikan kepastian hukum, keadilan hukum dan pemanfaatan hukum,” katanya.

Sebelumnya, seorang pekerja operator alat berat, Obetnego Benu (29), menemukan jenazah seorang perempuan dan bayi laki-laki di lokasi penggalian pipa proyek SPAM Kali Dendeng, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mayat tanpa identitas itu ditemukan saat Obet dan rekannya Semi Leonard Toto (21), sedang mengerjakan penggalian tanah untuk saluran pipa air, Sabtu (30/10). Awalnya bungkusan plastik hitam itu dikira bangkai binatang. Namun setelah dibuka, semuanya terkejut, lantaran isinya sepasang kaki manusia.

D For GAEKON