Unik, Pengerasan Jalan Di Thailand Ini Beda Dari Yang Lain

0

Unik, Pengerasan Jalan Di Thailand Ini Beda Dari Yang LainGaekon.com – Publik dibikin heran dengan cara unik pengerasan jalan di Thailand. Bagaimana tidak, cara yang diterapkan itu berbeda jauh dengan negara lain.

Dalam video yang dibagikan akun TikTok @susilo_samin_blora1 memperlihatkan sejumlah pekerja tengah meratakan hingga mengeraskan jalan menggunakan semen.

Para pekerja itu terlihat membuang semen di jalan yang akan dibangun. Hal itulah yang membuat para warganet terutama di Tanah Air terkejut dengan cara tersebut.

Kejadian ini diketahui terjadi di Thailand. Dalam video itu, para pekerja terlihat membuang semen satu per satu yang masih terbungkus.

Mereka tampak menaruhnya di bagian jalan yang akan dibangun. Mulai dari pinggir kiri kanan hingga tengah-tengah jalan.

Sementara itu alat berat Grader tampak bolak-balik meratakan tanah yang hendak disemen. Alat itu juga digunakan untuk mencampur semen dengan tanah. Hal itu dilakukan agar jalanan keras dan tidak mudah hancur.

“Teknik pengerasan jalan yang unik di Thailand. Jalan masih berupa tanah dicampur dengan semen. Buldoser diturunkan untuk mengolah semen bercampur dengan tanah,” bunyi tulisan dalam video.

Teknik Di Thailand Menggunakan Cairan Khusus

Biasanya semen dan pasir diolah dengan mesin, namun mereka justru menuang semen itu hingga tercampur rata dengan tanah. Setelah itu, truk menyiram jalan yang telah dicampur dengan semen dengan cairan khusus.

“Cairan khusus yang nantinya disemprotkan ke jalan. Alat buldozer bolak-balik agar semen tercampur rata dengan tanah. Setelah campuran tanah dan semen dicek OK. Cairan khusus baru disemprotkan,” lanjutnya.

Cairan khusus yang disemprotkan dari truk tersebut kemudian diikuti oleh Grader dari belakang. Alat-alat berat tersebut tampak meratakan hingga memuluskan jalan yang telah bercampur dengan semen. Mereka tampak bolak-balik agar jalan yang dibangun menjadi mulus saat dilalui kendaraan.

Warganet seketika dibuat heran melihat cara unik tersebut. Video itu sukses mencuri perhatian warganet hingga telah dilihat 5,6 juta kali dan disukai 124.900 pengguna TikTok.

“Di Indonesia enggak zaman seperti itu teknik kuno dan hasilnya kurang memuaskan,” kata @bang_uying.

“Ini bukan tehnik baru, tahun 85 pernah diterapkan di jambi oleh PT Abun Sendi lokasi dari paal V sampai Muara Bulian Jambi, jalan Lintas Sumatera,” sahut @mulyadi_boesri_lugan.

D For GAEKON