Jadi Tersangka, Pengurus PKPU Diperiksa Bareskrim Atas Dugaan Tindak Pidana Perbesar Jumlah Piutang

0

Jadi Tersangka, Pengurus PKPU Diperiksa Bareskrim Atas Dugaan Tindak Pidana Perbesar Jumlah PiutangGaekon.com – Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Delight Chyril ditangkap Dittipideksus Bareskrim Polri di depan gerbang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (16/7) pagi.

Hal ini dibenarkan oleh Kuasa hukum Delight, Petrus Bala Pattyona. Pihaknya membenarkan bahwa kliennya ditangkap polisi di depan gerbang PN Jakpus.

“Ditangkap jam 09.30 WIB di depan gerbang PN Jakpus. Ia mau hadiri sidang permusyawaratan majelis hakim untuk pailitnya PT Kasih. Tetapi tadi sudah diputuskan hakim bahwa PT Kasih Industri Indonesia dinyatakan pailit,” ujar Petrus.

Pemanggilan itu dilakukan berdasarkan laporan polisi (LP) nomor LP/B/398/VI/2021/BARESKRIMPOLRI tanggal 30 Juni 2021 dan surat perintah penyidikan nomor SP.Sidik/569/VII/RES.1.11./2021/Dittipideksus tanggal 7 Juli 2021.

Surat pemanggilan itu ditandatangani oleh Wadirtipideksus Kombes Whisnu Hermawan atas nama Dirtipideksus Brigjen Helmy Santika.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, dalam surat pemanggilan itu ada 3 surat pemanggilan terhadap 3 pengurus PKPU perkara PT Humpuss Patragas dan PT Humpuss Trading, yakni Delight Chyril, Astro Pangihutan Girsang, dan Ranto P Simanjuntak.

Ketiganya dipanggil untuk menghadap penyidik Subdit I Dittipideksus Bareskrim Kompol Anton Santoso pada Jumat (9/7) siang lalu.

Ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana memperbesar jumlah piutang atas tagihan PT Humpuss Patragas dan PT Humpuss Trading yang berubah menjadi lebih besar daripada yang diklaim pada saat permohonan PKPU dari yang semula Rp 172.984.622.167 menjadi sebesar Rp 414.629.820.535 dan pemalsuan surat.

Sebelumnya, Petrus menjelaskan saat penangkapan, surat yang dibawa polisi salah, di mana status Delight adalah sebagai saksi. Akhirnya, Bareskrim memperbaiki surat penangkapan Delight terlebih dahulu selama 90 menit. Setelah itu barulah Delight digiring ke Bareskrim dan diperiksa sebagai tersangka.

“Tetapi surat yang dibawa status yang ditangkap (Delight) sebagai saksi, sehingga terjadi debat-debat. Nunggu perbaikan surat dari Bareskrim selama 90 menit dan selama menunggu hakim baca putusan pailit secara virtual. Delight dan Ranto sidang virtual. Setelah surat penangkapan benar kita ikut ke Bareskrim. Dan saat ini sedang diperiksa sebagai tersangka,” tuturnya.

D For GAEKON