Pengurus RW Di Depok Kembalikan Uang BST Yang Dipotong Rp 50 Ribu Ke Warga, Ketua RW: Itu Bukan Potongan Tapi Donasi Untuk Ambulans

0

Pengurus RW Di Depok Kembalikan Uang BST Yang Dipotong Rp 50 Ribu Ke Warga, Ketua RW: Itu Bukan Potongan Tapi Donasi Untuk AmbulansGaekon.com – Pengurus lingkungan rukun warga (RW) 5, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok kembalikan uang bantuan sosial berupa uang tunai atau Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial yang dipotong.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Pengembalian uang tunai tersebut diserahkan langsung pengurus RT kepada warga penerima BST.

Ketua RW5, Kuseri mengatakan, pengembalian tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus lingkungan terkait viralnya video pemotongan BST.

Kuseri menegaskan bahwa pihaknya telah mengembalikan uang donasi warga penerima bansos tunai melalui ketua RT di lingkungan RW 5.

Klarifikasi Ketua RW Soal Bansos Yang Dipotong Di Depok : Bukan Potongan, Tapi Donasi

“Itu bukan potongan tapi donasi untuk ambulans maupun kain kafan, sedang kita kembalikan dengan besaran Rp 11.550.000,” ujar Kuseri.

Kuseri memastikan uang yang dikembalikan itu diterima langsung kepada 231 warga penerima BST. Ia menyayangkan niat baik pengurus lingkungan mengajak penerima BST untuk donasi namun dianggap melakukan pemotongan.

“Kita punya niat baik tapi disalahartikan, padahal sebelumnya penggalangan donasi sudah disampaikan pengurus RT melalui secara lisan saat menyerahkan undangan pengambilan BST,” ungkap Kuseri.

Sebelumnya, pengurus RW menerima data dari PT Pos Indonesia di Depok terkait warga penerima BST. Kemudian pengurus RT menyerahkan undangan pengambilan dari PT Pos ke pada warga sambil memberikan informasi ajakan donasi.

Saat warga sudah menerima langsung uang BST sebesar Rp600.000, warga dapat memberikan uang donasi yang ditempatkan di sebuah kardus yang bertuliskan donasi untuk perbaikan ambulans dengan besaran Rp 50.000.

Kuseri menuturkan, seharusnya PT Pos Indonesia memberikan bantuan BST dari pintu ke pintu, namun pada pelaksanaannya dari dulu pemberian bantuan dilakukan di satu titik untuk memudahkan pengambilan.

Sebelumnya, warga sempat mengeluh BST yang diterima dua bulan senilai Rp 600 ribu dipotong pengurus rukun warga (RW) sebesar Rp 50 ribu untuk ambulans.

D For GAEKON