Pengusaha Bus Di Brebes Ini Akan Rumahkan Karyawannya Jika Masih Dilarang Mudik

0

Pengusaha Bus Di Brebes Ini Akan Rumahkan Karyawannya Jika Masih Dilarang MudikGaekon.com – Pengusaha bus di Kabupaten Brebes, Muhadi Setiabudi berencana akan merumahkan karyawannya menyusul kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran Idul Fitri bulan Mei 2021.

Muhadi masih berharap pemerintah mengevaluasi kebijakan tersebut. Menurutnya, larangan mudik ini akan berdampak pada semua sektor transportasi, baik darat, udara maupun laut.

“Sektor transportasi apapun akan terdampak, baik darat, udara, atau laut. Momen Idul Fitri sudah menjadi kearifan lokal bagi masyarakat untuk bersilaturahmi ke kampung halaman. Tahun lalu pelarangan, kalau tahun ini juga pelarangan mudik, ini cobaan berat bagi kami sebagai pelaku usaha transportasi. Kami minta pemerintah lebih arif menentukan kebijakannya,” kata Muhadi.

Pemilik PO Dedy Jaya ini memiliki karyawan sekitar 2 ribu orang. Jika kebijakan larangan mudik ini tetap berjalan, maka 80 persen karyawannya akan terdampak.

“Saya sendiri seluruh karyawan dalam pengelolaan bus ada sekitar 2 ribu orang. Kalau tetap dilarang mudik, 80 persen mereka akan terdampak secara ekonomi karena tak bekerja. Karena, armada yang kita operasikan hanya 20 persen saja. Kondisi pasti sepi seperti lebaran tahun lalu,” keluhnya.

Muhadi menyatakan terus memperketat protokol kesehatan dalam standar operasionalnya jika nantinya diperbolehkan mudik.

“Saya siap memperketat protokol kesahatan, jika penumpang harus rapid test maka kami akan menerapkan peraturan tersebut sebelum penumpang melakukan perjalanan,” terangnya.

Muhadi berharap agar pandemi Corona cepat berlalu. Sehingga pemulihan kondisi semakin membaik dalam waktu dekat.

Segala upaya telah ia lakukan agar pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan pelarangan mudik, termasuk berkoordinasi dengan Oraganisasi Angkutan Darat (Organda).

“Saya hanya bisa pasrah dan mengikuti aturan pemerintah, dan terpaksa kalau tetap dilarang mudik, kita rumahkan sebagian besar karyawan. Karena pemasukan tidak cukup untuk operasional perusahaan,” jelasnya.

Selain karyawan di sektor transportasi, dampak pelarangan mudik lebaran juga akan dialami oleh pelaku UMKM ataupun IKM di wilayah Kabupaten Brebes khususnya.

D For GAEKON