Peninjauan Kembali Djoko Tjandra Pupus di PN Jaksel

0

Gaekon.com – Permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Djoko Tjandra, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, akhirnya tidak diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada hari Rabu (29/7/2020) oleh Kepala Humas PN Jaksel Suharno.

“Yang mana dalam amar penetapan adalah sebagai berikut, menetapkan menyatakan permohonan PK dari pemohon Djoko tidak dapat diterima dan berkas perkaranya tidak dilanjutkan ke mahkamah agung,” kata Suharno.

Putusan PK tersebut terbit pada Selasa kemarin (28/7). Ketua Pengadilan PN Jaksel Bambang Myanto menyatakan PK yang diajukan Djoko Tjandra tidak dapat diterima. Dalam salinan putusan yang dikutip di bagian menimbang, hakim menyatakan bahwa permohonan PK dalam perkara pidana hanya dapat diajukan ke Mahkamah Agung oleh terpidana sendiri atau ahli warisnya. Karena itulah, permohonan PK yang diajukan kuasa hukum Djoko Tjandra, yakni Anita Kolopaking tidak dapat diterima dan berkas perkaranya tidak dapat dilanjutkan ke MA.

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, ternyata selama proses persidangan pemohon/terpidana Joko Soegiarto Tjandra tidak pernah hadir,” mengutip salinan putusan PK.

“Maka terhadap Peninjauan Kembali yang diajukan oleh terpidana Joko Soegiarto Tjandra tersebut haruslah dinyatakan tidak dapat diterima dan berkas perkaranya tidak dilanjutkan ke Mahkamah Agung,” mengutip salinan putusan PK.

Sebelumnya diketahui, pada 8 Juni lalu Djoko Tjandra mengajukan permohonan PK. Bahkan, permohonan diterima Kepaniteraan PN Jakarta Selatan di hari yang sama. Djoko Tjandra, lewat kuasa hukumnya yakni Anita Kolopaking, mengajukan PK terhadap Putusan MA No. 12/PK/PID/SUS/2009 tanggal 11 Juni 2009 jo. Putusan No. 1688 K/PID/2000 tanggal 28 Juni 2001 Jo. Putusan No. 156/Pid.B/2000/PN Jak.Sel tanggal 28 Agustus 2000 dan putusan Mahkamah Konstitusi No. 33/PUU-XIV/2016 tanggal 12 Mei 2016.

Pada 29 Juni lalu sidang perdana digelar. Kemudian dilanjut sidang pada 6, 20 dan 27 Juli.
Dalam empat persidangan tersebut Djoko Tjandra sendiri ternyata juga tidak pernah hadir. Menurut keterangan dari Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma mengatakan bahwa kliennya tak bisa hadir dalam sidang perdana karena sakit. Namun, Andi mengaku tak tahu sakit yang dialami Djoko Tjandra, termasuk keberadaan kliennya saat itu.

Z For GAEKON