Pria Penjual Paruh Burung Belasan Juta Ini Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

0

Pria Penjual Paruh Burung Belasan Juta Ini Terancam Hukuman 5 Tahun PenjaraGaekon.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap pria asal Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, berinisial AH. Pria ini ditangkap lantaran berniat menjual lima paruh burung rangkong badak.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto SIK mengatakan bahwa pihaknya telah menyita satu kuku macan.

“Juga disita dari tersangka satu kuku macan,” Kata Sunarto.

Kepada penyidik, tersangka AH mengaku membeli paruh burung rangkong badak itu dari Kalimantan Rp1 juta lebih per paruh. Tersangka berniat menjual lagi Rp15 juta per paruh di Pekanbaru.

“Tersangka membeli dari media sosial dan menjual lagi,” kata Sunarto.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf d juncto Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta,” kata Sunarto.

Petugas Subdit IV Reserse Kriminal Khusus menangkap AH di sebuah SPBU di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru. Saat itu, tersangka tengah menunggu pembeli.

“Tersangka saat menunggu pembeli menggunakan sepeda motor di SPBU,” kata Sunarto.

Keberadaan Burung Rangkong Diatur Dalam Peraturan Menteri

Keindahan paruh burung rangkong membuat manusia banyak yang memburu dan membantainya. Polda mengimbau masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Sebagai informasi, keberadaan burung rangkong diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tertuang di dalam Lampiran Nomor urut 245.

D For GAEKON