Penjual Siomay Ini Keterlaluan, Terekam CCTV Ludahi Barang Dagangannya

0

Penjual Siomay Ini Keterlaluan, Terekam CCTV Ludahi Barang DagangannyaGaekon.com – Seorang penjual siomay tertangkap kamera CCTV sedang meludahi bumbu kacang dan siomay dagangannya. Aksi joroknya ini viral di media sosial.

Beredar sebuah video dari rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan aksi menjijikan dari seorang penjual siomay. Bapak penjual siomay ini terekam saat ia diduga meludahi makanan yang jadi dagangannya.

Dalam video berdurasi 46 detik yang diunggah lewat instagram @ndorobeii ini tampak penjual siomay keliling yang menggunakan sepeda. Pria berbaju batik lengan panjang ini tampak sibuk merapikan berbagai barang di gerobak sepedanya.

Ia sesekali mengelap tutup panci dan alat makan yang dibawa. Gerakannya cepat dan cenderung gelisah, ia juga terlihat celingukan memperhatikan keadaan sekitar.

Tak berapa lama, penjual siomay ini menarik masker yang dikenakan lalu meludahi wadah stoples berisi bumbu kacang. Tak hanya itu, masih dengan gerakan cepat, ia juga membuka tutup panci dan meludahi siomay dagangannya.

Pria ini jelas menjual siomay karena di gerobak sepedanya tertera tulisan “Siomay Lim Asli Tangerang”. Aksi konyol sang penjual siomay ini langsung menarik banyak komentar netizen, sebagian besar netizen menyayangkan kelakuan jorok si penjual siomay.

Dari video ini juga netizen banyak yang menduga kalau meludahi makanan ini jadi salah satu penglaris. Sayangnya, oknum penjual siomay ini pastinya memberi dampak buruk pada para penjual siomay dan makanan lain yang jujur.

“Sebel banget sama orang kayak gini. Habis viral deh gak laku jualannya. Salah sendiri, gak bisa dikasih hati kalo kayak gini mah,” ujar netizen.

“Cari rezeki susah, malah mempersulit diri si bapaknya. Kalo udah viral begini, gimana jualannya,” kata netizen lain.

“Kasian kalo diviralin begini. Kasian tukang-tukang siomay lainnya yang jualan bersih dan jujur. Jadi kena dampak gara-gara oknum tukang siomay yang jorok begini,” pungkas netizen lain.

K For GAEKON