Penyalahgunaan PKH Di Malang, Mensos Risma: Tidak Ada Lagi Kata Maaf, Saya Tidak Main-Main

0

Penyalahgunaan PKH Di Malang, Mensos Risma: Tidak Ada Lagi Kata Maaf, Saya Tidak Main-MainGaekon.com – Pasca lima tahun disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab, keluarga miskin di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang akhirnya mendapatkan haknya.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Menteri Sosial, Tri Rismaharini bersama Bupati Malang, Muhammad Sanusi, dan Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menyerahkan secara simbolis kartu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk keluarga miskin di Kantor Desa Kanigoro.

Risma mengatakan bahwa warga yang menerima kartu tersebut sebenarnya adalah penerima lama sejak 5 tahun yang lalu.

“Selama beberapa tahun mereka tidak menerima, bapak ibu ini sebenarnya adalah penerima lama sejak 5 tahun yang lalu. Namun, karena disalahgunakan salah seorang pendamping sehingga baru menerima setelah 5 tahun,” terang Risma.

Respon Dari Laporan Adanya Korupsi Salah Satu Pendamping PKH Di Kabupaten Malang

Risma juga menerangkan bahwa acara ini adalah respon dari laporan adanya penyalahgunaan atau korupsi salah satu pendamping PKH yang ada di Kabupaten Malang.

Acara ini juga sekaligus menjadi langkah Kemensos untuk membantu pengembalian kartu PKH kepada penerima manfaat yang sebenarnya.

“Kartu yang lama katanya sudah dibakar, jadi kita bantu dibuatkan kartu yang baru,” tuturnya.

Risma bahkan dengan tegas akan memberantas penyalahgunaan PKH. Risma juga mempersilahkan para pendamping keluar jika bekerja tidak dengan ikhlas.

“Kalau memang tidak cukup dan ingin keluar, keluar saja! Keluar saja! Masih banyak yang mau mendapat akses untuk menjadi pendamping,” katanya.

“Karena yang kita lakukan ini bukan lagi pertanggungjawaban kalau untuk orang miskin itu pertanggungjawaban langsung di depan tuhan. Jadi, saya sampaikan kepada para pendamping kalau tidak ikhlas atau tidak tulus silahkan mengundurkan diri,” tambahnya.

Risma tidak akan memaafkan siapapun yang tega menyalahgunakan bantuan PKH. Ia bahkan menegaskan bahwa tidak main-main dengan hal ini.

“Sebenarnya baru kemarin balik ke Surabaya, dan saya sempatkan ke sini. Kenapa? Ini adalah momen saya untuk menyampaikan kepada seluruh pendamping di Indonesia bahwa tidak ada lagi kata maaf, saya tidak akan maafkan!” Tandasnya.

Risma memperingatkan pendamping PKH di daerah-daerah lain yang bermain-main dengan bansos tersebut, karena pihaknya sudah bekerjasama dengan Polri dan Kejaksaan Agung.

“Saya tidak main-main lagi, ini ada beberapa daerah yang kita sudah bekerjasama dengan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung karena saking banyaknya. Dan saya akan melaporkan hasil ini kepada bapak presiden,” ujarnya.

Risma mengatakan bahwa sampai saat ini masih dilakukan pengusutan oleh Bareskrim Polri karena kemungkinan masih ada praktik yang sama di daerah-daerah lain.

D For GAEKON