Heboh Perdagangan Daging Anjing Di Pasar Senen, Ketua DPW Ikappi: Jangan Salahkan Oknum Pedagang, Sistem Pengawasan Yang Harus Dikoreksi

0

Heboh Perdagangan Daging Anjing Di Pasar Senen, Ketua DPW Ikappi: Jangan Salahkan Oknum Pedagang, Sistem Pengawasan Yang Harus DikoreksiGaekon.com – Penemuan perdagangan daging anjing di Pasar Senen baru-baru ini hebohkan warganet. Menurut Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta Miftahudin hal ini bentuk dari kurangnya pengawasan Perumda Pasar Jaya.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, Perdagangan daging anjing itu ditemukan di Blok 3 Pasar Senen. Miftahudin mengatakan bahwa Pasar Jaya tidak boleh menyalahkan oknum pedagang pasar saja, melainkan harus mengoreksi sistem pengawasan.

“Temuan adanya perdagangan daging anjing di Blok 3 Pasar Senen adalah bukti lemahnya pengawasan di internal pihak pengelola Pasar Jaya sebagai pengelola Pasar Senen,” kata Miftah.

Miftah mengatakan bahwa apabila pengawasan dilakukan secara benar, maka para pedagang pasti akan tertib dan tidak ada yang berbuat nakal. Miftah kemudian meminta Pasar Jaya mengevaluasi kinerja pengawasan mereka agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Miftah mengatakan, temuan penjualan daging anjing baru terungkap setelah berjalan beberapa tahun.

“Ini kami sayangkan, selama ini bagaimana Pasar Jaya kelola pasar,” terangnya.

Sebelumnya, Animal Defenders Indonesia melayangkan somasi terhadap Perumda Pasar Jaya karena ditemukan daging anjing di Pasar Senen Blok 3 di los daging non-halal, Selasa (7/9). Mereka melayangkan somasi lantaran peredaran daging anjing di pasar tersebut tidak sesuai undang-undang peternakan.

Daging anjing itu diduga diperoleh dari sindikat penculikan anjing peliharaan di Jakarta. Suplai daging anjing berasal dari luar daerah di Jawa Barat berpotensi membawa virus rabies ke Jakarta.

Menanggapi hal itu, manajemen Pasar Jaya menyebutkan sudah memberikan sanksi administratif kepada pedagang daging anjing tersebut. Manager Pemasaran Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza mengatakan pedagang daging anjing tersebut diberikan sanksi agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Apabila kembali mengedarkan daging anjing, Gatra menyebutkan akan melakukan tindakan tegas berupa penutupan secara permanen.

Hal yang dilakukan pedagang daging anjing itu menurut Gatra tidak sesuai dengan peraturan yang ada di Perumda Pasar Jaya. Pasalnya, daging anjing termasuk komoditi yang tidak boleh diperjualbelikan di dalam pasar milik Perumda Pasar Jaya.

D For GAEKON