Dengar Perjuangan Warkop DKI, Deddy Corbuzier Meneteskan Air Mata

0

Dengar Perjuangan Warkop DKI, Deddy Corbuzier Meneteskan Air MataGaekon.com – Mentalis Deddy Corbuzier yang terkenal bijak dan memiliki wajah garang seketika dibikin nangis oleh komedian senior Indro Warkop DKI. Deddy meneteskan air matanya saat mendengar cerita perjuangan Indro, Kasino, dan Dono membesarkan nama Warkop DKI.

Deddy bahkan mengaku bahwa tidak pernah sebelumnya menangis hanya karena mendengarkan cerita dari bintang tamunya. Namun saat mendengar cerita Indro, ia langsung meneteskan air mata dan mengaku sedih.

“Nangis saya om ngomong kayak gitu, keluar air mata saya, biasanya saya nggak pernah kayak gini,” celetuk Deddy.

Di Podcast Deddy Corbuzier, Indro Warkop Membicarakan Polemik Warkopi

Dalam podcast Youtube Deddy, Indro membicarakan polemik kehadiran Warkopi. Indo mengaku tersinggung dengan kehadiran Warkopi lantaran tidak meminta izin soal brand dan konten mereka yang meniru Warkop DKI.

“Intinya tidak satu kata pun minta izin, gue bisa buktikan itu,” ungkap Indro.

Indro mempermasalahkan soal hak paten terkait penggunaan nama Warkop yang secara terang-terangan jadi parodi Warkop DKI.

Pasalnya, ia sudah susah payah mematenkan hak cipta atas brand Warkop DKI sebagai warisan untuk anak-anak mereka.

“Kenapa sih gue ngotot dulu bikin hak cipta, karena cuma itu yang bisa gue wariskan ke anak-anak, secara wujud, dan itu berhasil,” kata Indro.

Indro menceritakan perjuangannya mematenkan hak cipta itu sehingga bisa dinikmati hasilnya oleh anak-anak. Indro bahkan masih ingat bagaimana anak-anak dari Kasino dan Dono untuk pertama kalinya menikmati uang hasil dari hak paten nama Warkop DKI.

“Gue mungkin sekarang nggak mungkin udah nggak bisa nangis, waktu itu gue nangis, anaknya Dono yang paling kecil, Satrio namanya dia nggak kenal bapaknya, dia masih 5 atau 6 tahun pas bapaknya meninggal, terakhir waktu gue bisa bikin Warkop DKI Reborn pertama, mereka terima uangnya, yang di luar dugaan,” ungkap Indro.

Meski tak seberapa dan tidak bisa digunakan untuk membeli barang-barang mewah, namun uang itu sangat berarti bagi anak-anak mereka.

“Subsidi dari gue berapa sih dulu, paling Rp500 ribu per bulan. Tiba-tiba mereka terima uang, bisa beli motor, bisa beli mobil meski bukan yang mewah. Nangis nggak tuh anak, ‘Gila, gue nggak kenal bapak gue, tapi bapak gue masih kirimin gue duit, masih kasih gue untuk sekolah‘, betapa bahagianya gue, usaha gue sepele, ya mudah-mudahan ini bisa jadi rezekinya buat anak-anak, dan itu terjadi,” kenang Indro.

Meski tak ada hubungan darah, anak Dono menganggap Indro seperti ayahnya sendiri. Ia bahkan marah usai tahu Indro tersinggung soal orang lain yang memanfaatkan nama besar sang ayah untuk kepentingan pribadi.

“Yah namanya masih muda ya, kadang-kadang masih ada emosi, apalagi Satrio, dia anggap gue udah kayak bapak banget, dia sampai bilang ‘Kalau sampai bapak saya tersinggung, maka otomatis kami tersinggung, karena saya tahu perjuangan bapak saya, baik bapak saya Dono, maupun bapak saya Indro, untuk menjadikan kami seperti sekarang ini‘,” kata Indro.

Karena itulah, Indro kini selalu menanamkan pada dirinya, bahwa ia adalah seorang ayah untuk anak Dono, maka dari itu ia harus selalu bijak.

“Jadi gue sekarang malah, jujur aja ya gue selalu menanamkan pada diri gue ‘Bijak Ndro, bijak Ndro, bijak Ndro, lu bapak, lu bapak‘,” sambung Indro.

D For GAEKON