Perkosa Dan Bunuh IRT Di Sumut, Pria Ini Terancam Hukuman Mati

0

Perkosa Dan Bunuh IRT Di Sumut, Pria Ini Terancam Hukuman MatiGaekon.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial S (45) di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara menjadi korban pemerkosaan hingga pembunuhan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, tak hanya di bunuh, pelaku juga membawa lari barang berharga korban.

Beruntungnya, kurang dari 24 jam polisi berhasil menangkap pelaku bernama Analisa Nduru alias AN (30). Ia juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka ditangkap karena melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap ibu rumah tangga (IRT) berinisial S (45) di Perumahan PT HSJ, Desa Sidomulyo, Kabupaten Labuhanbatu,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Kepada polisi, pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran takut ketahuan aksi kejahatannya terungkap.

Pasalnya, korban dan pelaku diketahui tinggal bertetangga. Pelaku diketahui ditangkap di rumahnya di Desa Sidomulyo.

“Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi anggota berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Desa Sidomulyo. Pelaku dapat ditangkap karena ada warga yang melihatnya keluar dari rumah korban,” katanya lagi.

Saat penangkapan, pelaku mencoba melarikan diri dan melawan petugas. Namun polisi kemudian  menembak kakinya. Motif tersangka diketahui mencuri karena butuh uang untuk membayar utang.

“Sementara itu pelaku mengakui nekat melakukan pembunuhan karena butuh uang untuk membayar utang,” ujarnya.

Tatan menjelaskan bahwa tersangka kini sudah diamankan. Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Tatan mengatakan, sebelum membunuh dan memperkosa korban, niat awal pelaku hanya ingin mencuri. Saat itu pelaku berhasil masuk ke dalam rumah korban.

Pelaku yang beraksi seorang diri itu melihat korban tidur sendirian, tanpa mengunakan celana dalam.

“Di dalam rumah pelaku melihat korban dalam kondisi tidak memakai celana dalam, (dia) langsung melakukan tindak perkosaan,” kata Tatan.

Usai melampiaskan nafsunya, pelaku memeras korban supaya menyerahkan barang berharga miliknya. Namun korban tidak memberikannya. Ia lalu membunuh korban dengan parang yang sebelumnya telah disiapkan.

“Usai membunuh pelaku pun membawa kabur membawa uang dan perhiasan milik korban,” ungkapnya.

D For GAEKON