Perkuat Kapabilitas Digital, PT Bank Mayora Akan Jadi Milik BNI

0

Perkuat Kapabilitas Digital, PT Bank Mayora Akan Jadi Milik BNIGaekon.com – PT Bank Mayora rencananya akan diambil alih PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI.

Melansir dari Kumparan, Bank BNI bakal menguasai 1,19 miliar saham atau 63,92 persen saham Bank Mayora.

Rencana tersebut kini memasuki tahapan baru, dengan disampaikannya prospektus terbuka tentang penandatanganan rancangan pengambilalihan PT Bank Mayora.

Aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuannya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 15 Maret 2022. Apabila nanti disetujui, maka pengambilalihan akan efektif pada Mei 2022.

Rencana pengambilalihan Bank Mayora dilakukan melalui penerbitan 1,03 miliar saham baru. Jumlah itu mewakili sekitar 54,90 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam Bank Mayora.

Bank BNI juga mengambil alih 169,08 juta saham Bank Mayora milik International Finance Corporation (IFC).

Maka dari itu, secara total Bank BNI akan memegang hampir sekitar 1,19 miliar saham atau setara 63,92 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor dalam Bank Mayora.

Setelah pengambilalihan, 63,92 persen saham Bank Mayora oleh BNI, Mayora Inti Utama yang sebelumnya menggenggam saham mayoritas akan tinggal menguasai 36,08 persen saham lainnya.

Pembiayaan pengambilalihan Bank Mayora itu, akan didanai dari internal Bank BNI yang berasal dari laba ditahan (retained earnings) atau kekayaan BNI.

“BNI menjamin bahwa pendanaan tersebut tidak berasal dari pinjaman atau fasilitas pembiayaan dalam bentuk apa pun dari bank dan atau pihak lain di Indonesia,” tulis BNI.

BNI Akui Sedang Menjajaki Pengembangan Bank Digital

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank BNI Mucharom mengakui bahwa pihaknya sedang menjajaki pengembangan bank digital. Yakni melalui rencana akuisisi satu bank kecil. Langkah akuisisi Bank Mayora oleh BNI adalah untuk memperkuat kapabilitas digital.

“Sebagaimana disampaikan oleh kami sebelumnya melalui Surat No. KMP/7/4652 tanggal 19 Oktober 2021 bahwa Perseroan saat ini tengah memasuki tahapan yang lebih serius untuk mengembangkan kapabilitas digital melalui strategi anorganik,” ujar Mucharom.

D For GAEKON