Perpanjang Runway Hingga 2.100 Meter, Bandara Arung Palakka, Di Bone Bisa Layani Pesawat Sekelas Boeing

0

Perpanjang Runway Hingga 2.100 Meter, Bandara Arung Palakka, Di Bone Bisa Layani Pesawat Sekelas BoeingGaekon.com – Bandara Arung Palakka di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan akan dikembangkan agar bisa melayani pesawat ATR, bahkan pesawat sekelas Boeing.

Hal ini diungkapkan sendiri oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Pemerintah Provinsi Sulsel akan mengembangkan bandara tersebut.

Jika sebelumnya bandara ini hanya bisa dengan pesawat caravan menjadi kendala dari sisi operasi. Selanjutnya, akan melayani pesawat Jenis ATR-72 bahkan pengembangan lebih jauh dapat dilandasi pesawat jenis Boeing.

“Kami ini lagi merancang Sulsel terkoneksi termasuk Bandara Bone, ini sebenarnya bandara yang paling potensial. Kalau kita lihat dari segi lokasi, di antara seluruh bandara yang ada. Bone ini bisa kita jadikan hub,” jelas Nurdin.

Pengembangan oleh Pemerintah Provinsi itu direncanakan untuk memperbaiki akses jalan masuk dan Pemerintah Pusat akan memperpanjang runway dari 1.200 meter menjadi 1.600-1.700 meter.

Nurdin menyebutkan akan meminta Kementerian Perhubungan agar runway diperpanjang hingga 2.100 meter.

“Kalau bisa 2.100 meter, Boeing sudah bisa masuk disini,” ujarnya.

Menurut Nurdin, subsidi tiket diberikan untuk beberapa penerbangan di Sulsel, termasuk nantinya di Arung Palakka. Dengan demikian akan dibangun kembali terminal. Bandara ini dihubungkan dengan bandara di Makassar, Selayar, Bira, Bua terus Masamba dan Toraja.

“Kalau ini sudah terkoneksi semua kita ingin Bone ini akan terhubung juga ke Palu dan Kalimantan karena memang Bone ini strategis sekali, apalagi perpanjangan runway tidak sulit. Jadi sekarang bandara ini sudah 60 hektare, kalau memang dibutuhkan perluasan lagi insya Allah kita bisa bantu,” terangnya.

Bandara ini akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama dengan runway 1.200 meter, tahap kedua 1.600 meter dan pengembangan selanjutnya pada tahap tiga.

Kajian Kemenhub dari sisi demand, bandara ini cukup menjanjikan baik dari jumlah penduduk maupun dari perekonomian di wilayah Sulsel.

Bandara Arung Palakka mulai dibangun secara bertahap pada tahun 2007 dan baru beroperasi tahun 2013. Bandara ini diharapkan menjadi gerbang utama transportasi udara bagi empat kabupaten di sekitarnya, yaitu Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai.

Bandara yang terletak di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone ini sempat difungsikan dan terhenti pelayanan penerbangan komersialnya sejak empat tahun lalu.

Nurdin Abdullah ke Kabupaten Bone menggunakan helikopter dari Makassar dan mendarat di Bandara Arung Palakka yang dulunya bernama Bandara Mappalo Ulaweng.

D For GAEKON