Pertalite di Sorong Langka, Harganya kini menyentuh Rp 50 Ribu per Liter

0

Pertalite di Sorong Langka, Harganya kini menyentuh Rp 50 Ribu per LiterGaekon.com – Harga Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Sorong, Papua Barat kini mencapai Rp 50.000 per liter di pedagang pengecer. Melonjaknya harga ini dikarenakan Pertalite di Sorong mengalami kelangkaan.

Melansir dari Kumparan, PT Pertamina (Persero) buka suara soal kelangkaan yang terjadi ini. Unit Manager Communication, Relations dan CSR Regional Papua Maluku PT Pertamina Sub Holding Commercial Trading, Edi Mangun, mengatakan kelangkaan terjadi lantaran terjadinya rotasi kapal tanker pengangkut BBM milik Pertamina.

“Kami meminta maaf atas terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah sorong,” kata Edi.

Adapun rotasi kapal tanker untuk wilayah Papua, Papua Barat, hingga Maluku tersebut terjadi lantaran cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir.

Namun Edi menegaskan bahwa saat ini stok BBM sudah kembali normal. Hal ini bisa selesai setelah terminal serta depot-depot pengisian di wilayah sekitar Sorong berkoordinasi mengatasi kelangkaan.

Sales Branch Manager Rayon I TPBBU Pertamina Papua Barat, Made Mega, mengimbau masyarakat Sorong agar tidak panik, karena stok BBM baik di Fuel Terminal Sorong maupun di SPBU selalu tersedia dan aman.

Pihaknya memastikan hingga saat ini Pertamina tetap menyalurkan BBM agar ke SPBU di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong agar tidak terjadi kekosongan.

“Masyarakat jangan panik dan termakan hoaks, kita dari Pertamina tetap menyediakan BBM kepada masyarakat. Pertamina juga tetap menyalurkan BBM ke semua SPBU yang ada di Sorong, untuk dapat melayani masyarakat,” kata Made.

Namun, belakangan beredar sebuah gambar yang memperlihatkan antrean kendaraan roda dua dan empat mengular di semua SPBU Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Bahkan, ada yang sampai rela mengantre sejak pukul 5 subuh supaya bisa mendapatkan BBM jenis ini dengan harga normal.

“Saya mengantre dari jam lima pagi di SPBU sini, itupun sudah banyak yang antre sebelum saya datang. Kita antre cepat supaya bisa dilayani juga cepat, takutnya nanti habis lagi,” kata Agus, salah seorang pengendara roda dua.

D For GAEKON