Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan, Karyawan CPI Dapat Pesangon Miliaran Rupiah

0

Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan, Karyawan CPI Dapat Pesangon Miliaran RupiahGaekon.com – Lapangan migas Blok Rokan akan dialihkan pengelolaannya dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke tangan PT Pertamina (Persero) Hulu Rokan (PHR).

PHR akan resmi mengelola Blok Rokan mulai hari ini, Senin (9/8) pukul 00:01 WIB. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pun mengadakan seremonial dengan pihak terkait untuk peristiwa bersejarah.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Sejumlah karyawan CPI yang memilih resign pun mendapatkan pesangon miliaran rupiah.

Salah satu karyawan CPI, Edi mengatakan bahwa ia dan 19 karyawan lainnya memilih tidak bergabung. Mereka mendapatkan pesangon miliaran rupiah.

Sementara 95 persen karyawan CPI memilih melanjutkan kerja dengan PHR. Edi mengatakan, CPI memang memberikan pilihan ke karyawannya untuk melanjutkan gabung ke PHR atau PHK.

“Uang tolak ada sekitar miliaran Rupiah juga. Setelah resign mungkin buka usaha saja dari uang tolak tersebut,” kata Edi.

Edi mengatakan bahwa karyawan CPI yang memilih ke PHR, gajinya akan dipotong setengah. Maka dari itu, Edi lebih memilih diberhentikan saja dan menerima pesangon besar yang akan digunakan untuk membuka usaha.

“Teman-teman yang melanjutkan hubungan kerja di Pertamina, gajinya dipotong setengah. Karena masa pensiun (saya) juga tinggal beberapa tahun lagi, makanya memilih resign aja. Jika dialihkan ke PHR, gaji yang didapat karyawan dipotong setengahnya. Ada sekitar 20 karyawan memilih resign dari total 3.543 orang,” terangnya.

Pertamina Resmi Dapat Blok Rokan Akhir Juni 2018

Pertamina resmi mendapatkan Blok Rokan pada akhir Juni 2018 setelah mengalahkan tawaran CPI. Kala itu, Pertamina menang salah satunya karena mengajukan bonus tanda tangan sebesar USD 784 juta. Perusahaan juga menawarkan komitmen kerja pasti cukup besar ke pemerintah yaitu USD 500 juta.

Blok Rokan dengan luas wilayah kerja sebesar 6.264 km2 memiliki 115 lapangan dan dalam perjalanan panjangnya berkontribusi sebesar 46 persen terhadap produksi minyak nasional.

Blok ini pernah mengalami masa keemasan dengan produksi minyak di atas 600 ribu barel per hari dari 1970 sampai 2003. Meski produksi mulai menurun, Blok Rokan tetap menjadi tulang punggung produksi minyak nasional dan masih merupakan penyumbang produksi minyak terbesar nomor 2 secara nasional.

D For GAEKON