Pesta Kembang Api Bakal Tandai Penutupan PSBB Tegal

0

Gaekon.com – Tak seperti DKI Jakarta dan Surabaya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Tegal bakal mengakhiri pelaksanaan tahap dua pada Jumat (22/5).

Pemkot Tegal telah menyiapkan dua helikopter dan 30 watercanon guna penyemprotan disinfektan yang akan menandai berakhirnya PSBB yang berhasil membuat Kota Tegal zona hijau atau nihil kasus baru.

Selain itu, pemkot Tegal berencana menyalakan sirine dan kembang api di Alun-alun Kota Tegal malam harinya. Pada saat bersamaan akan diberikan penghargaan kepada tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

“Iya betul,” kata Sekda Kota Tegal, Johardi seperti dikutip GAEKON mengenai sejumlah agenda besar tersebut, Kamis (21/5) malam.

Jika menilik jadwal agenda Wali Kota Dedy Yon Supriyono yang dikeluarkan oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal, kegiatan akan diawali dengan apel petugas di Lapangan Tegal Selatan sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah pelaksanaan apel, helikopter dan watercanon akan berkeliling ke empat kecamatan untuk menyemprotkan cairan disinfektan. Selama penyemprotan, warga diimbau tetap berada di rumah sampai sekitar pukul 17.00 WIB.

Kegiatan akan berlanjut malam harinya. Dengan penyalaan sirine dan kembang api sebagai tanda PSBB telah berakhir yang dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada tenaga medis.

Johardi tetap meminta warga tak sampai berkerumun atau berbondong-bondong datang ke alun-alun. “Informasi lengkapnya akan disampaikan Pak Wali Kota,” ucap Johardi.

Seperti diketahui, Pemkot Tegal melaksanakan PSBB sejak 23 April. Sejak awal hingga PSBB berakhir, kasus Covid-19 yang menimpa warga Kota Tegal berjumlah tetap 3 kasus, dua telah dinyatakan sembuh, dan 1 meninggal dunia.

Saat ini, Kota Tegal nihil kasus baru dan ditetapkan zona hijau. Relaksasi PSBB, diterapkan Pemkot sejak 19 Mei 2020 untuk pemulihan sektor ekonomi. Seluruh blokade jalan dengan beton MCB telah dibuka, termasuk penerangan jalan yang kembali dinyalakan.

Selama relaksasi PSBB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan rapid test acak di sejumlah pasar dan mal di sana.

Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tegal M. Jumadi, masyarakat Kota Tegal sudah benar-benar sadar untuk menjalankan protokol kesehatan. Baik itu memakai masker, dan menjaga jarak aman. “Di era new normal ini kita optimalkan peran kita untuk menjaga diri. Baik kesehatan dengan berolahraga dan makan makanan bergizi dan seimbang,” kata Jumadi.

Menyambut Idul Fitri, Pemerintah Kota Tegal dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal memutuskan untuk memperbolehkan masjid dan mushala menggelar shalat Idul Fitri 1441 H. Keputusan itu berbeda dengan Pemprov dan MUI Jawa Tengah yang mengimbau masyarakat melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah.

Wakil Wali Kota Tegal M Jumadi mengatakan, keputusan itu diambil setelah ada kesepakatan bersama dengan MUI, NU, Muhammadiyah, Dewan Pengurus Masjid, serta Forkopimda saat rapat di Balai Kota Tegal, Selasa (19/5). “Rapat tadi menegaskan kembali rapat sebelumnya. Akhirnya kita sepakat shalat Id boleh dilaksanakan di masjid, mushala, dan tempat terbuka,” pungkas Jumadi.

W For GAEKON