Kasus Pesugihan Congkel Mata Anak 6 Tahun Di Sulsel, KPAI: Pelaku Harus Diproses Hukum Secara Tegas

0

Kasus Pesugihan Congkel Mata Anak 6 Tahun Di Sulsel, KPAI: Pelaku Harus Diproses Hukum Secara TegasGaekon.com – Kasus orang tua mencungkil mata anak usia 6 tahun di Sulawesi Selatan sontak menjadi perbincangan publik. Motif aksi nekat orang tua tersebut mengundang pertanyaan.

Melansir dari Detik, ada dugaan pesugihan di balik kasus tersebut. Menurut Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman penganiayaan terhadap anak di bawah umur itu motifnya karena pesugihan dan ilmu hitam.

“Benar, penganiayaan anak di bawah umur mengakibatkan luka berat, dilakukan kedua orang tua korban. Motifnya diduga dia melakukan pesugihan, ilmu hitam, dan halusinasi dengan melihat di mata korban ada benda sesuatu dan ibu korban mengambil dengan tangannya, mencongkel terhadap anak,” kata Boby.

Saat ini kedua orang tua korban telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Korban diketahui mengalami luka di bagian matanya hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kondisi korban menjalani operasi lagi. Luka di bagian putih mata dan makanya mau operasi,” terangnya.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Mereka adalah orang tua korban berinisial HAS (43) dan TAU (47). Selain itu kakek korban berinisial BA (70) dan paman korban US (44).

“Kedua terduga pelaku yaitu orang tua korban HAS (43) dan TAU (47), telah diobservasi ke RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaan pada Jumat 3 September 2021 dan sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dari RSJ Dadi,” kata Zulpan.

Sementara BA dan US ditetapkan sebagai tersangka pasca gelar perkara dan dilakukan penahanan di Mapolres Gowa.

“Yang jelas updatenya hari ini. Orang Tua korban telah diobservasi ke RSJ Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaan, hasil masih ditunggu, sedangkan kakek dan Paman korban telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Gowa,” terangnya.

Aksi sadis itu mereka lakukan diduga karena pesugihan hingga dipengaruhi halusinasi. Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit Syekh Yusuf Gowa dan mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab Gowa.

“Dan saya juga sampaikan bahwa Korban direncanakan besok akan dilakukan operasi mata bagian kanan,” ucapnya.

Zulpan menjelaskan pelaku akan dipersangkakan Pasal 44 Ayat 2 Undang-Undang No 23 tahun 2004 ttg penghapusan KDRT Jo Pasal 55,56 KUHP atau Pasal 80 (2) Jo Pasal 76 C Undang Undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Zulpan menerangkan langkah preventif pihak kepolisian yang akan berkoordinasi dengan MUI dan Kemenag, tokoh agama, tokoh masyarakat serta TNI Polri untuk memberikan penyuluhan agama agar kasus seperti ini tidak terulang lagi.

MUI juga turut menanggapi kasus ini. Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis mengatakan kejadian ini menjadi tanggung jawab bersama untuk meluruskan akidah seseorang yang menyimpang. MUI sangat prihatin dengan kejadian ini. Selain mendorong proses hukum bagi pelaku, MUI juga meminta agar pelaku diterapi kejiwaan karena diduga melakukan hal itu secara tidak sadar.

Senada dengan MUI, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menyebut pelaku melakukan hal yang sadis terhadap anaknya karena kesehatan mentalnya terganggu. Maka dari itu pelaku harus diperiksa kejiwaannya. Selain itu ia juga menyarankan agar pelaku diproses hukum secara tegas.

D For GAEKON