Viral Petani Bunga Melebur Bunga Hasil Panen Jadi Pupuk Hingga Pakan Ternak Sapi

0

Viral Petani Bunga Melebur Bunga Hasil Panen Jadi Pupuk Hingga Pakan Ternak SapiGaekon.com – PPKM Darurat yang terus berlanjut menjadi PPKM Level 1-4 ini banyak berdampak bagi para pedagang, baik itu pedagang makanan, pakaian hingga bunga. Kebanyakan dari mereka sepi pelanggan sehingga tidak ada penghasilan setiap harinya.

Dalam video yang beredar baru-baru ini memperlihatkan para petani bunga menghancurkan hasil panennya. Mereka memperlihatkan kekecewaannya karena orderan sepi ditengah PPKM.

Momen tersebut dibagikan akun Mitra Flower di TikTok. Dalam akun tersebut tertulis PPKM adalah Para Petani bunga Kembali Menangis lantaran di masa PPKM Darurat (yang sekarang disebut PPKM Level 4).

“Kami berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi,” tulis akun Mitra Flower.

Banyak pesanan bunga yang dibatalkan. Akhirnya mereka terpaksa melebur bunga hasil panen menjadi pupuk dan pakan ternak sapi. Petani harus gigit jari karena orderan bunga dari kebun mereka banyak yang tidak terjual.

Sumitro yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Jatim mengatakan bunga-bunga yang ada di video tersebut dalam masa siap panen.

Prediksi mereka orderan kali ini ramai. Pasalnya, banyak resepsi pernikahan mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus berdasarkan bulan Jawa.

Jenis Bunga Yang Dihancurkan Petani Adalah Aster Dan Krisan

Namun ternyata justru sebaliknya, semenjak pemerintah menerapkan PPKM Darurat. Akhirnya jenis bunga yang biasa dipanen seperti aster dan krisan dihancurkan petani.

“Kenapa dihancurkan? Untuk dijadikan pupuk lagi yang sebenarnya sayang banget karena bahannya (biaya produksi bunga) mahal. Cuma daripada enggak jadi apa-apa, mendingan buat jadi pupuk dan ternak sapi,” lanjutnya.

Biasanya, dalam satu bulan Mitra Flower mendapatkan orderan jasa dekorasi pernikahan 40-45 resepsi. Namun, di masa PPKM Darurat ini hanya 5 persen saja dari biasanya.

“Kalau mau lihat puncaknya bunga-bunga hasil panen rusak itu minggu depan sampai 8 Agustus itu lagi banyak-banyaknya, sudah waktunya panen. Jadi saat ini semakin tidak ada harapan bagi para petani bunga,” kata Sumitro.

Mitra Flower menjelaskan para petani bunga yang viral dalam video tersebut terjadi di Batu, Malang. Mitra Flower merupakan usaha jasa dekorasi pernikahan di Surabaya, Jawa Timur, yang banyak menggunakan bunga dari Batu.

D For GAEKON