Petani Ketar-Ketir, Embun Es Di Dieng Muncul Lebih Cepat

0

Petani Ketar-Ketir, Embun Es Di Dieng Muncul Lebih CepatGaekon.com – Embun es Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah tahun ini muncul lebih cepat. Biasanya embun es ini muncul di bulan Juni hingga Agustus. Namun di Bulan Mei ini embun es di Dieng secara tak terduga muncul.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Embun es atau bun upas ini muncul di Dieng pada Senin (10/5) pagi.

Embun es itu terlihat di area Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, dan lahan pertanian di sekitarnya. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Dieng Kulon, Slamet Budiono.

“Masih tipis-tipis. Lebih awal tahun ini. Munculnya biasa di area candi itu,” terangnya.

Slamet mengatakan bahwa kemunculan embun es pada Mei tak lazim, meski juga pernah terjadi. Kemunculan lebih awal ini membuat petani di Dieng ketar-ketir karena belum menyiapkan antisipasi.

Seperti diketahui, embun es bisa membuat tanaman kentang dan sayuran lainnya mati. Namun, untuk kemunculan kali ini belum begitu berdampak karena embun es masih tipis.

Petani mengantisipasi dampak embun es dengan memasang paranet, plastik, atau kelambu di atas lahan pertanian untuk mengurangi ketebalan embun yang menempel dan membeku di tanaman.

Slamet juga mengungkapkan, jika sudah muncul sekali, biasanya embun es akan kembali muncul dengan waktu dan ketebalan es yang sulit diprediksi. Yang harus diwaspadai adalah embun es tebal yang dapat mematikan tanaman.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara, Setyoajie Prayodhie mengatakan berdasarkan analisa citra satelit himawari tanggal 08 – 10 Mei 2021, pertumbuhan awan konvektif aktif pada pagi hari tanggal 08 Mei dan berangsur berkurang secara signifikan pada siang hingga sore hari.

Menjelang dini hari tanggal 09 Mei perawanan cenderung cerah dan tipis hingga tanggal 10 Mei dini hari. Energi panas matahari yang terpantul dari bumi langsung hilang ke atmosfer, sehingga tidak ada pantulan balik ke bumi.

“Kondisi ini jika terjadi terus menerus menyebabkan udara semakin dingin. perlu diketahui bahwa tanah lebih mudah menyerap panas dan lebih mudah melepaskan panas, ditambah lagi dg topografi Dieng yang berupa dataran tinggi,” terangnya.

D For GAEKON