Petani Tembakau Hingga Konsumen Tolak Keras Kenaikan Cukai Rokok Tahun Depan

0

Petani Tembakau Hingga Konsumen Tolak Keras Kenaikan Cukai Rokok Tahun DepanGaekon.com – Petani tembakau, pekerja hingga konsumen menolak keras kenaikan cukai rokok yang direncanakan mulai tahun depan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suara.com, Cukai Hasil Tembakau (CHT) tahun depan berpotensi meningkat lantaran pemerintah menargetkan penerimaan cukai tahun depan senilai Rp 203,9 triliun.

Nilai tersebut meningkat 11,9% dibandingkan target realisasi tahun ini senilai Rp 182,2 triliun. Hingga saat ini, CHT merupakan penopang sekaligus komponen utama penerimaan cukai pemerintah yang mencapai 95% lebih.

Para petani tembakau khawatir jika cukai rokok naik maka akan mengurangi serapan panen tembakau. Sementara konsumen menilai kenaikan cukai, pabrik rokok akan cenderung mengurangi kualitas produknya yang justru akan menambah risiko kesehatan.

Sekjen Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DIY, Triyanto menjelaskan saat ini perkebunan tembakau sudah memulai masa panen.

Sementara saat penanaman sebelumnya, faktor kebijakan cukai belum jadi pertimbangan sehingga sangat riskan untuk mengurangi penyerapan panen meskipun hasil panen melimpah.

“Saat ini masih proses awal panen, masih proses pemetikan, dan perajangan. Nanti Oktober sampai November semoga tidak hujan. Jika kondisi cuaca bagus, namun jika tarif cukai dinaikan, pabrik akan cenderung mengurangi serapan,” ujar Triyanto.

Kondisi tersebut dinilai akan membebani petani. Belum lagi semenjak pandemi, petani sudah mengalami banyak tekanan. Triyanto menyebut bahwa sudah banyak petani yang bahkan mengurangi para pekerja tambahan untuk meringankan beban.

“Dampak dari kenaikan cukai terutama akan terjadi kepada petani, dan para pekerjanya. Semakin sering cukai dinaikan para pekerja pelinting juga akan terus menghadapi ancaman PHK. Karena pabrik rokok pasti akan menekan biaya dengan efisiensi pekerja. Sementara buat petani serapan panen yang berkurang pasti akan merugikan kami,” tutur Triyanto.

Kabar naiknya cukai rokok ini juga ditanggapi oleh Perwakilan Petani Cengkih asal Buleleng, Bali Ketut Nara. Pihaknya berharap agar pemerintah tidak menaikkan tarif CHT pada 2022 karena hal ini akan berdampak pada penurunan serapan cengkih.

D For GAEKON