Nekat Petik Bunga Edelweis, Dua Sejoli Pendaki Gunung Ini Tak Boleh Mendaki 2 Tahun

0

Nekat Petik Bunga Edelweis, Dua Sejoli Pendaki Gunung Ini Tak Boleh Mendaki 2 TahunGaekon.com – Dua sejoli pendaki gunung baru-baru ini tuai sorotan publik. Pasalnya, saat mendaki gunung, keduanya nekat memetik bunga edelweis.

Aksinya itu viral di media sosial setelah diunggah akun TikTok @story.mountain. Dalam video itu terlihat sepasang pendaki membawa bunga edelwies yang baru dipetik.

Tak lama melihat aksi keduanya, ada seorang pria yang menegur sang pendaki. Pria ini menanyakan kenapa bunga edelweis tersebut dipetik.

Tidak Merasa Bersalah Memetik Bunga Edelweis

“Waduh kenapa edelweisnya dipetik kaka?, tanya pria tersebut.

“Sebagian aja (sambil tertawa),” ujarnya.

Dua sejoli ini terlihat tidak menyesal sama sekali setelah memetik bunga tersebut. Mereka justru beralu begitu saja berjalan dengan santai sambil menggenggam bunga edelweis.

Insiden petik bunga sembarangan tersebut diketahui di Bukit Malang, destinasi wisata non-pendakian yang masuk dalam Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), NTB. Aksinya itu sontak menuai sorotan warganet.

“Black list udah orang bgtu,” ungkap @Amirobot?.

“Kabarin kalo udah ketangkap,” sahut @QOLDAS.

“Semoga gak dikasih mendaki lagi,” ujar @Usoba.

Perekam video tersebut kemudian memberi pesan agar masyarakat lain tidak mencontoh tindakan tak terpuji pasangan yang memetik bunga dilindungi tersebut.

Seperti yang kita tahu bunga edelweis termasuk tanaman yang dilindungi Undang-undang, sehingga dilarang untuk dipetik.

Kepala BTNGR Dedy Asriady mengatakan bahwa pelaku merupakan warga Lombok. Atas aksinya itu, dua sejoli ini diberikan sanksi tak boleh mendaki gunung selama dua tahun.

Keduanya diperiksa di Kantor BTNGR Mataram pada Rabu (7/7). Mereka mengaku salah. Bahkan, sudah membuat video penyesalan yang ditayangkan di media sosial.

Dedy menegaskan pelaku telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, sehingga bisa dikenakan sanksi pidana penjara.

D For GAEKON