Petugas Damkar Depok Diminta Undur Diri Pasca Mengungkap Dugaan Korupsi Di Satuan Kerjanya

0

Petugas Damkar Depok Diminta Undur Diri Pasca Mengungkap Dugaan Korupsi Di Satuan KerjanyaGaekon.com – Seorang petugas Damkar Depok yang sempat bersuara soal dugaan korupsi di satuan kerjanya justru direspons dengan permintaan mengundurkan diri.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Petugas Damkar bernama Sandi ini mengungkap dugaan korupsi pengadaan sepatu safety. Menurutnya, petugas Damkar tidak mendapatkan sepatu lapangan yang sesuai spesifikasi.

“Terakhir 2018 itu juga sepatu sepatu kami bukan yang sepatu bot, sepatu PDL itu nggak ada safety-nya sama sekali. Nggak ada besi pengamannya, yang depan nggak ada besinya, yang bawah nggak ada besinya. Istilahnya kami kadang untuk panggilan warga evakuasi itu kan ya sempet ada kejadian temen kena beling, tapi pejabat diam aja,” ujarnya.

Tak hanya itu, sejak 2019, Sandi juga tidak mendapatkan baju pemadam kebakaran. Padahal menurutnya, anggaran untuk pengadaan baju pemadam ada setiap tahunnya.

“Terus kami selama 2 tahun, tahun 2019 sampai 2020, 2021 sekarang juga kita belum (mendapatkan baju pemadam kebakaran). Untuk 2021 sudah ngukur baju, katanya, tapi 2019 dan 2020 itu kita nggak dapat baju, tapi saya cari tahu ternyata ada buktinya memang sudah ada anggarannya itu, nah tapi bajunya itu di mana?” jelasnya.

Tak hanya soal sepatu dan baju. Sandi juga mengeluhkan adanya pemotongan insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan.

Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif sebesar Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Aksi sandi ini berujung dengan surat peringatan (SP), namun dengan alasan yang tidak jelas. Sandi juga diminta mengundurkan diri setelah mempertanyakan perihal pemotongan insentif.

“Ya ditanya seperti itu, ‘Sudah kamu nggak ngerti, kalau kamu protes mulu ya bikin surat pengunduran diri aja, masih banyak yang mau kerja di Damkar’. Anak-anak kalau secara seperti itu, sudah 5 tahun omongan mereka seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok membantah dugaan korupsi tersebut. Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara, menyatakan perlengkapan Damkar sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tidak benar apa yang disampaikan. Perlengkapan sesuai dengan aturan,” terangnya.

Sebelumnya, Sandi melakukan aksi di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, beberapa waktu lalu. Dalam aksi itu, Sandi membawa poster bertulisan ‘Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!’.

D For GAEKON