Pinangki Divonis 4 Tahun, Bagaimana Komitmen Jokowi Berantas Korupsi?

0

Pinangki Divonis 4 Tahun, Bagaimana Komitmen Jokowi Berantas Korupsi?Gaekon.com – Presiden Joko Widodo dipertanyakan komitmennya dalam kasus pemberantasan Korupsi usai Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan tidak mengajukan kasasi atas vonis ringan Pinangki Sirna Malasari.

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar mengatakan bahwa keputusan itu secara tidak langsung menggagalkan komitmen Jokowi dalam memberantas korupsi.

“Menurut saya tindakan tidak kasasi itu memang tidak mengherankan karena Kejaksaan pasti berdalih bahwa putusan tersebut sudah sesuai dengan tuntutan JPU. Namun tanpa disadari, keputusan kejaksaan itu sudah menggagalkan komitmen Presiden Jokowi memberantas korupsi,” kata Haris.

Haris mengatakan bahwa Pinangki adalah wajah buruk institusi dan penegakan hukum di Indonesia. Haris juga menduga bahwa pembakaran gedung Kejaksaan Agung merupakan sedikit cerita dari institusi tersebut untuk mengelabui publik dengan mengatasnamakan penegakan hukum.

“Kondisi ini menyedihkan. Menambah deret panjang cerita ketidakberesan lembaga penegak hukum di negeri ini. Alhasil Jaksa Agung ST Burhanuddin semakin tidak populis di mata masyarakat,” kata Haris.

Menurut Haris, keputusan Jaksa Agung ST Burhanuddin tersebut jelas mencoreng kampanye pemberantasan korupsi yang digaungkan Presiden Jokowi.

Sementara itu Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan, penegak hukum yang melakukan tindak pidana korupsi dan pemerasan mestinya diganjar hukuman maksimal.

Namun kenyataannya, jaksa tidak kasasi atas vonis Pinangki yang hanya 4 tahun penjara. ICW turut mengucapkan selamat kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin yang telah bersikukuh mempertahankan vonis ringan eks jaksa Pinangki.

“ICW mengucapkan selamat kepada Bapak ST Burhanudin selaku Jaksa Agung dan jajarannya di Kejaksaan Agung karena telah berhasil mempertahankan vonis ringan kepada Pinangki Sirna Malasari,” Kata Kurnia.

Bagi ICW seluruh proses penanganan korupsi suap, pencucian uang, dan permufakatan jahat Pinangki hanya dagelan semata.

Kurnia mengungkapkan salah satu hal yang terkesan enggan dibongkar Kejaksaan yaitu terkait dengan dugaan keterlibatan pejabat tinggi di instansi penegak hukum yang menjamin Pinangki untuk dapat bertemu dengan Joko Tjandra.

D For GAEKON