Layaknya Covid-19, Pisang Juga Diserang Penyakit Mengerikan, Begini Menurut Ilmuwan!

0

Layaknya Covid-19, Pisang Juga Diserang Penyakit Mengerikan, Begini Menurut Ilmuwan!Gaekon.com – Penyakit mengerikan layaknya Covid-19 ternyata tak hanya menyerang manusia, namun juga buah-buahan, salah satunya yaitu pisang.

Penyakit yang bernama Tropical Race 4 (TR4) ini menyebar bahkan sebelum gejalanya muncul. Bahkan tidak ada obatnya. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit panama. Penyakit ini menyebar dari Asia ke Australia, Timur Tengah, Afrika dan Amerika.

TR4 ini menyebar sejak 30 tahun terakhir, hal ini membuat berbagai negara khawatir akan munculnya “pandemi pisang”. Pasalnya, hal ini akan membuat dunia kehilangan buah favorit.

Layaknya Covid-19, Pisang Dituntut Untuk Hidup New Normal

Para ilmuwan mencoba untuk menemukan solusinya dengan membuat pisang rekayasa genetika (GM) dan vaksin. Seperti halnya Covid-19, munculnya TR4 ini membuat mereka harus bisa hidup dengan “New Normal”.

Seperti yang dilansir GAEKON dari BBC, Menurut peneliti kesehatan tanaman yang mempelajari TR4 di Universitas Wageningen di Belanda, Fernando García-Bastidas penyakit ini bisa menghancurkan lantaran semua pisang adalah satu varietas, Gros Michel atau ‘Big Mike’.

García juga mengatakan bahwa sistem produksi pisang lemah didasarkan pada keragaman genetik yang terbatas dari satu varietas, membuat mereka rentan terhadap penyakit.

Pada tahun 1990-an jenis baru Penyakit Panama yang dikenal sebagai TR4 ini muncul di Asia, yang mematikan pisang Cavendish.

García-Bastidas, yang menyelesaikan gelar doktornya di Universitas Wageningen, menggambarkan penyakit pisang modern, yang menyerang sistem vaskular tanaman yang menyebabkan layu dan kematian, sebagai “pandemi”.

“Tidak dapat disangkal bahwa pisang adalah salah satu buah terpenting di dunia dan merupakan makanan pokok utama bagi jutaan konsumen, Kita tidak bisa meremehkan dampak pandemi TR4 saat ini terhadap ketahanan pangan” katanya.

TR4 sangat mematikan layaknya Covid-19, penyakit ini penyebarannya melalui “transmisi siluman”, meskipun dalam rentang waktu yang berbeda. Tanaman yang sakit akan terlihat sehat hingga satu tahun sebelum menunjukkan tanda-tanda daun layu berwarna kuning.

Penyakit ini kemungkinan besar telah menyebar melalui spora di tanah pada sepatu bot, tanaman, mesin, atau hewan.

García-Bastidas, yang berasal dari Kolombia, tahu bahwa TR4 pada akhirnya akan sampai ke pusat produksi pisang di Amerika Selatan. Mimpi buruknya itu muncul pada tahun 2019. Sebuah perkebunan di Kolombia melaporkan tanaman pisangnya menunjukkan daun kuning layu.

“Itu seperti mimpi buruk, saya tidak bisa tidur nyenyak untuk waktu yang sangat lama, itu menghancurkan hati,” tambahnya.

Kolombia saat ini tengah berusaha memperlambat wabah ketika dunia gugup mengamati tanda-tanda penyakit ini. Pasalnya, tidak ada obatnya, yang dapat dilakukan hanyalah mengkarantina perkebunan yang terinfeksi dan menerapkan langkah-langkah biosekuriti seperti desinfektan sepatu bot dan mencegah perpindahan tanaman antar perkebunan.

Sementara di Australia para ilmuwan telah mengembangkan pisang Cavendish yang dimodifikasi secara genetik (GM) yang tahan terhadap TR4. Yayasan Bill dan Melinda Gates juga mendukung penelitian transgenik yang sedang berlangsung.

Namun, terlepas dari bukti ilmiah yang kuat bahwa makanan GM aman, pisang tidak mungkin di pasarkan dalam waktu dekat karena regulator dan masyarakat tetap curiga.

Seorang pembuat film di AS, Jackie Turner setuju bahwa solusinya terletak pada keadilan dan keragaman. Dalam filmnya Bananageddon, ia berbicara dengan para ilmuwan yang mencoba menghentikan penyebaran TR4.

Setelah berkeliling dunia selama dua tahun untuk melihat dampak TR4 yang sudah dirasakan, Turner yakin pisang perlu dibudidayakan dengan cara yang berbeda, yang berarti memperkenalkan varietas baru.

Tak hanya baik untuk lingkungan saja, hal ini juga akan berdampak positif bagi konsumen yang mengonsumsinya. Guna memudahkan para petani dalam menanam varietas yang berbeda, Turner telah membuat Daftar Pisang.

Sehingga konsumen dapat melihat apa yang mereka sukai dan mulai menciptakan permintaan. Misalnya, Dwarf Red, yang rasanya sedikit seperti raspberry, Lady Fingers, yang lebih kecil dan lebih manis dari Cavendish, atau Blue Java, yang rasanya seperti es krim vanilla.

Pisang tidak hanya lezat tetapi akan membantu menciptakan beragam jenis pertanian yang lebih tahan terhadap penyakit. Turner juga mengatakan bahwa pandemi pisang bisa berdampak positif jika memaksa kita bertani pisang dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan makan buah yang lebih beragam.

D For GAEKON