Plt Kadin Hulu Sungai Utara Jadi Tersangka, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

0

ottGaekon.com – Tiga dari tujuh orang yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, ketiga tersangka itu adalah Maliki selaku Plt Kadis PU pada Dinas PUPRT Kabupaten HSU sekaligus PPK dan KPA; Marhaini selaku Direktur CV Hanamas; dan Fachriadi selaku Direktur CV Kalpataru.

Sementara itu menurut Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, kini KPK telah meningkatkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan.

“KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan,” kata Alexander Marwata.

Atas perbuatannya, Maharani dan Fachriadi dijerat sebagai tersangka pemberi suap dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 65 KUHP.

Sementara Maliki sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 64 KUHP Jo Pasa 65 KUHP.

Ketiganya ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama untuk mempermudah proses penyidikan. Maliki ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur; Maharani di Rutan KPK Gedung Merah Putih; dan Fachriadi di Rutan KPK pada Kavling C1.

Sebelumnya, OTT KPK ini dilakukan pada Rabu (15/9) malam. KPK mendapatkan informasi bahwa akan terjadinya penyerahan uang dari pihak swasta kepada Maliki.

Uang tersebut berjumlah Rp 170 juta yang dibawa oleh Mujib orang kepercayaan dari Maharani dan Fachriadi yang hendak diberikan kepada Maliki. KPK pun menangkap mereka.

KPK juga mengamankan uang sebesar Rp 175 juta di kediaman Maliki. Uang tersebut diduga dari pihak lainnya di kasus ini, termasuk sejumlah barang bukti dokumen. Total KPK mengamankan Rp 345 juta dari OTT tersebut.

D For GAEKON