PM Israel Benjamin Netanyahu Jalani Sidang Kasus Korupsi

0
PM Israel Benjamin Netanyahu Jalani Sidang Kasus Korupsi

Gaekon.com – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, secara resmi telah dilantik kembali sebagai PM Israel pada 13 Mei yang lalu. Namun sekarang, dia harus menjalani sidang atas kasus dugaan korupsi di Pengadilan Jerusalem pada Minggu (24/5) waktu setempat.

Benjamin adalah PM Israel pertama dalam sejarah Israel yang harus diadili dan menghadapi tuntutan pidana lewat sidang pengadilan saat sedang menjabat di pemerintahan. Netanyahu sendiri dituduh melakukan serangkaian korupsi demi menjaga tampuk kekuasaannya di Israel.

Dalam sidang, Netanyahu akan didakwa atas kasus suap, penipuan dan pelanggaran kepercayaan. Salah satu tuduhan adalah soal dirinya yang secara ilegal memberi bantuan kepada surat kabar telaris Israel, Yediot Aharonot dengan imbalan pemberitaan media yang positif bagi Netanyahu.

Selain itu, Netanyahu juga diduga menerima cerutu, sampanye dan perhiasan senilai 700 ribu shekel atau setara dengan hampir Rp 3 miliar dari sejumlah orang sebagai imbalan. Namun, tudingan yang paling serius adalah soal dirinya menawarkan bantuan kepada konglomerat media Shaul Elovitch untuk mengubah peraturan, yang nilainya hingga jutaan dolar.

Netanyahu dengan tegas menolak seluruh tuduhan tersebut,demikian pula dengan permintaan pihak oposisi yang meminta dirinya mundur dari jabatan PM Israel sementara kasusnya disidangkan. “Saya di sini dengan punggung yang lurus dan kepala terangkat tinggi,” seru Netanyahu saat tiba di Pengadilan Jerusalem.

Penasehat hukum Netanyahu menyatakan dia membutuhkan beberapa bulan untuk menyiapkan materi pembelaan, oleh karena itu sidang berikutnya dijadwalkan pada 19 Juli 2020 yang akan datang.

Netanyahu sendiri kembali terpilih menjadi PM Israel setelah melewati tiga pemilihan umum, dan akhirnya berbagi kekuasaan di pemerintahan dengan rivalnya, Gantz. Netanyahu juga merupakan sosok terlama yang pernah menjabat PM di Israel, sejak 2009.

Hukum Israel sendiri mengatur bahwa perdana menteri yang sedang memerintah tidak secara otomatis memiliki kekebalan dari segala dakwaan dan tuntutan.

 

W For GAEKON