Polda Jatim Bongkar Sindikat Narkoba Asal Malaysia, Suplai 30 Kg Sabu ke Surabaya dan Madura

1
Polda Jatim Bongkar Sindikat Narkoba Asal Malaysia, Suplai 30 Kg Sabu ke Surabaya dan Madura

Surabaya – Ditresnarkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil mengamankan empat orang yang hendak melakukan pengiriman narkoba jenis sabu sebanyak 30 kilogram yang dikirim melalui bandar besar dari Sarawak, Malaysia. Dua di antaranya merupakan warga Malaysia, Chee Kim Tiong dan Lhau Chu Hee. Sedangkan dau lainnya merupakan warga Indonesia, Dio Anggriawan Soebandi dan M Arifin.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan pada GAEKON, jaringan ini diperkirakan merupakan jaringan internasional dan terbilang berani dalam melakukan pengiriman narkoba antar negara.

Mereka mempergunakan mobil untuk menyelundupkan sabu ini melalui rute pengiriman dari perbatasan di Kalimantan. Berawal dari Serawak Malaysia, kemudian ke Kuching, Itikong, dan setelah tiba di Kalibun langsung masuk ke Surabaya.

“Belakangan pengiriman sabu ke Indonesia ini sedang marak,” kata Luki Hermawan pada GAEKON di Aula Patuh Semeru, Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (3/1). Dirinya menambahkan bahwa kelihatannya jaringan ini adalah pemain lama ditilik dari cara mereka mengemas sabu berjumlah banyak tersebut.

Kemasan yang dimaksudan adalah kemasan bungkus teh berwarna hijau. “Kemasan ini kalau kita lihat di pengungkapan oleh polda lain, hampir sama, bungkusan teh cina,” ujarnya.

AKBP Nasriadi, Wakil Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim menerangkan, dua orang warga Malaysia tersebut merupakan komplotan bandar sabu yang menjadi kaki tangan bandar besar internasional. Mereka diketahui sering melakukan pengiriman ke Indonesia terutama di Surabaya dan Madura.

Hal ini berhasil diungkap setelah Dio, salah seorang kurir mereka, ditangkap Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim di Terminal II Bandar Udara Juanda, Sidoarjo, pada Kamis (9/1) dengan barang bukti 10 kilogram sabu. “Kami kembangkan dapatlah bandar orang Malaysia itu,” imbuhnya lagi.

Tersangka Chee Kim Tiong mengaku dengan logat melayu yang kental, bahwa dirinya mendapat pasokan narkoba sabu sebanyak itu dari Mr Po yang berada di Pochi, Malaysia. Ia mengaku sudah berhasil mengirimkan 15 kilogram sabu sekali kirim melalui jalur Kalimantan.

Menurut pengakuannya, keuntungan dari bisnis ini tergolong lumayan. Sekali mengirim 15 kilogram barang terlarang ini, ia mengaku mendapat upah 40 ribu Ringgit atau setara 133 juta rupiah. “Pertama 15 kilogram, sama dengan yang kedua,” kata pria berkacamata itu.

W For GAEKON