Polda Jatim Tetapkan 2 Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis Nurhadi

0

Polda Jatim Tetapkan 2 Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan Jurnalis NurhadiGaekon.com – Kasus penganiayaan terhadap jurnalis tempo, Nurhadi di Surabaya mengungkap fakta baru. Dua anggota Polri ditetapkan Polda Jawa Timur sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Dua anggota polri tersebut yaitu Firman dan Purwanto. Hal ini dibenarkah juga oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Totok Suharyanto.

“Benar [Firman dan Purwanto ditetapkan tersangka],” jelasnya.

Kuasa Hukum Nurhadi sekaligus Koordinator Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis, Fatkhul Khoir mengatakan pihaknya telah mendapat informasi perihal penetapan tersangka itu.

Menurut keterangan Nurhadi, Firman dan Purwanto adalah anggota polisi yang diduga menganiaya, menyekap, dan merusak alat kerjanya.

“Informasi yang kami terima, keduanya ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat, 7 Mei lalu,” kata Fatkhul.

Fathkul meminta penyidik terus mengembangkan pemeriksaan terhadap tersangka demi mengungkap pelaku-pelaku lain yang terlibat.

Sementara Kasubdit Harda Bangtah Direskrimum Polda Jatim AKBP Nur Hidayat yang menangani kasus ini mengatakan bahwa Firman dan Purwanto belum ditahan oleh Polda Jatim. Pihaknya juga enggan mengungkapkan pasal yang disangkakan kepada keduanya.

“Kami lanjutkan rekonstruksi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari saksi dan korban, jumlah pelaku penganiayaan tidak hanya dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini saja.

Kasus Nurhadi ini berawal ketika Nurhadi, ditugaskan Tempo, untuk melakukan investigasi keberadaan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji, di sebuah acara pernikahan di Gedung Samudra Bumimoro, Krembangan, Surabaya, Sabtu (27/3).

Di tempat itu tengah berlangsung acara pernikahan antara anak Angin Prayitno Aji dengan anak Kombes Achmad Yani. Sejumlah aparat kepolisian dan panitia acara yang mengetahui keberadaan Nurhadi kemudian memukul, mencekik, menendang, merusak alat kerja, dan mengancam membunuh Nurhadi.

Fathkul meminta penyidik terus mengembangkan pemeriksaan terhadap tersangka demi mengungkap pelaku-pelaku lain yang terlibat.

D For GAEKON