Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polda Metro Jaya Akan Periksa Luhut Sebagai Pelapor

0

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polda Metro Jaya Akan Periksa Luhut Sebagai PelaporGaekon.com – Polda Metro Jaya akan segera memanggil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan terkait laporannya soal kasus dugaan pencemaran nama baik.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6,  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri mengonfirmasi hal ini. Pihaknya mengatakan akan memanggil Luhut untuk klarifikasi.

“Iya tentu akan (dipanggil) diklarifikasi,” kata Yusri.

Meski demikian, Yusri tak menjelaskan secara detil terkait kapan Luhut Binsar akan diperiksa sebagai pelapor atas kasus pencemaran nama baiknya yang dilakukan Direktur Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulida.

“Segera,” singkat Yusri.

Sebelumnya, Luhut melaporkan Haris dan Fatia ke polisi. Laporan telah diterima dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, pada 22 September 2021.

Luhut terpaksa melaporkan lantaran Haris Azhar dan Fatia Maulida tidak mengindahkan somasinya terhadap dugaan pencemaran nama baiknya.

“Sudah dua kali (somasi), dia tidak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum dan saya pidanakan dan perdatakan. Saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan,” kata Luhut.

Sementara itu, Kuasa hukum Haris, Nurkholis Hidayat menegaskan kliennya tidak akan meminta maaf selama data yang disampaikan lewat video itu tidak dibantah oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

“Tuduhan pencemaran nama baik, kita semua tahu secara legal selama itu dilakukan untuk kepentingan publik dan yang disampaikan  adalah sebuah kebenaran ada dasar faktanya, kita meyakini riset yang disampaikan koalisi NGO mengenai ekonomi politik di Papua sampai saat ini belum dibantah kebenarannya dengan data valid,” kata Nurkholis.

Sementara itu kuasa hukum Fatia, Asfinawati menyatakan Fatia berbicara mewakili organisasi KontraS sehingga tidak bisa digugat lewat individu.

“Dia tidak bisa diindividualisasi, karena Fatia berbicara atas nama organisasi KontraS, bukan atas nama individu. Kita semua harus berterimakasih kepada Fatia dan Haris Azhar. Harusnya yang mensomasi masyarakat, bukan pejabat yang mensomasi, mengkriminalisasi rakyat,” kata Asfina.

D For GAEKON