Viral Polisi Banting Mahasiswa Saat Demonstrasi, Kapolda Banten Minta Maaf

0

Viral Polisi Banting Mahasiswa Saat Demonstrasi, Kapolda Banten Minta MaafGaekon.com – Insiden oknum polisi membanting seorang mahasiswa saat demonstrasi di depan kantor Bupati Tangerang mendadak viral. Kini Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto meminta maaf atas insiden tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kapolda Banten menyampaikan hal itu melalui akun Instagram humaspoldabanten. Pihaknya meminta maaf atas tindakan pengamanan oknum Polresta Tangerang yang tidak prosedural.

Berikut pernyataan Humas Polda Banten di Instagram:

Kapolda Banten meminta maaf secara langsung kepada Sdr. MFA dan orangtuanya atas tindakan pengamanan oknum Polresta Tangerang yang tidak prosedural dan akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur pengamanan aksi unjuk rasa.

Sebelumnya, viral sebuah video yang memperlihatkan seorang anggota polisi membanting mahasiswa peserta demo di depan Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10).

Dalam video yang beredar terlihat polisi tengah membubarkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Banten Raya saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa.

Beberapa pendemo ditangkap oleh polisi. Salah satu yang tertangkap yaitu pendemo yang mengenakan almamater berwarna biru.

Polisi berpakaian lengkap hitam-hitam tersebut tengah mendekap pendemo itu. Tak lama kemudian, polisi itu langsung membanting mahasiswa tersebut. Saat dibanting, bagian tulang belakang pendemo itu langsung menghantam lantai keramik.

Pendemo itu pun langsung tak sadarkan diri. Beberapa petugas kepolisian langsung berupaya menyadarkan pendemo. Mereka menepuk-nepuk pundak pendemo tersebut.

Para pendemo ini menuntut dipertegas lagi Perbub tentang pembatasan jam operasional tambang. Karena menurut mereka, perbub yang mengatur tentang jam operasional truk tambang itu, masih dianggap tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pengusaha, khususnya terkait jam operasional truk tambang. Dalam Perbup itu disebutkan bahwa truk dilarang melintas mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB.

D For GAEKON