Polisi Berpangkat Bripda Tewas Usai Bunuh Diri di Mushala Polres Selayar

0

Polisi Berpangkat Bripda Tewas Usai Bunuh Diri di Mushala Polres SelayarGaekon.com – Bripda Miftahul Idris, Anggota Penjagaan Barang Sat Sabhara Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan meninggal dunia akibat bunuh diri. Polisi muda berusia 26 tahun itu tewas di mushala di dalam markas Polres Selayar.

Bripda Miftahul menembak dirinya sendiri pada bagian dada sebelah kiri pada hari Senin (19/10/2020) sekitar pukul 17.30 WITA. Dia mempunyai istri seorang polwan yang diketahui bernama Bripda Tenri yang bertugas di Sat Sabhara Polrestabes Makassar.

Dia diduga pernah bertengkar dengan sang istri dan punya masalah keluarga. Namun, tidak diketahui pasti apa penyebab pertengkaran mereka, serta apakah ada kaitannya pertengkaran itu dengan dugaan bunuh diri yang dilakukannya.

Pada Facebook Miftahul Idris, tampak polisi muda itu menatap ke arah kamera. Ia terlihat tampan dalam foto itu.

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Kapolda Sulawesi Selatan yang juga ditembuskan kepada Kepala Divisi Propam Polri, diketahui bahwa Bripda Miftahul Idris diduga kuat bunuh diri pada hari Senin sore (19/10/2020) sekitar pukul 17.30 WITA.

Tembakan itu pertama kali didengar oleh Bripda Ary Aryansyah. Ary kemudian bergegas masuk ke dalam mushala tersebut dan terkejut melihat Bripda Miftahul Idris bersimbah darah. Darah masih mengalir dari dada dirinya dan membasahi sajadah dan lantai.

Bripda Miftahul Idris tampak telentang tak bernyawa masih di atas sajadah di dalam mushala penjagaan di dalam markas Polres Selayar. Mushala itu juga digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata penjagaan.

Setelah mengetahui hal itu, Bripda Ary kemudian memberitahu atasannya tentang apa yang dilihatnya. Kemudian, Kasat Reskrim, KA SPKT, dan sejumlah anggota Polres Selayar melarikan Bripda Miftahul Idris ke RS KH Hayyung, namun nyawa Bripda Miftahul Idris tak tertolong.

Atas kasus ini, pihak Polres Selayar memeriksa saksi-saksi sembari mengurus jenazah almarhum. Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud membenarkan kematian Bripda Miftahul Idris. Dia mengaku pihaknya masih mendalami insiden tersebut.

Machmud mengatakan Bripda Miftahul Idris diduga bunuh diri karena tidak kuat menahan rasa sakit pada bagian kepalanya. Sebab, kata dia, beberapa waktu lalu Bripda Miftahul Idris sempat mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat selama lima bulan di RS Bhayangkara Makassar.

“Yang bersangkutan baru saja masuk dinas tiga hari di Polres setelah lima bulan lalu dirawat di RS dan masih ada trauma di kepalanya yang sering nyeri. Diduga kuat yang bersangkutan tidak dapat menahan rasa sakitnya sehingga bertindak di luar nalar,” ungkap AKBP Machmud.

Machmud bilang kalau Miftahul Idris tidak langsung tewas usai menembak dirinya. Dia meninggal ketika dibawa ke rumah sakit.

“(Diduga korban) membongkar lemari penyimpanan senjata inventaris penjagaan Polres yaitu senjata V2 Sabhara, melukai dirinya sehingga sempat dibawa ke rumah sakit namun tidak tertolong karena tertembak di dada sebelah kiri yang tembus ke punggung,” pungkas Machmud.

K For GAEKON