Polisi Bubarkan Paksa Aksi Pengungsi Afghanistan Di Pekanbaru

0

Polisi Bubarkan Paksa Aksi Pengungsi Afghanistan Di PekanbaruGaekon.com – Para pengungsi Afghanistan menggelar aksi di depan kantor UNHCR, Pekanbaru, Riau, Senin (17/1) kemarin. Aparat kepolisian kemudian membubarkan paksa aksi tersebut.

Melansir dari CNN, Aparat diduga melakukan kekerasan kepada para pengungsi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait peristiwa itu.

UNHCR Menyayangkan Insiden Antara Polisi Dan Pengungsi

Sementara itu, UNHCR menyayangkan insiden yang terjadi antara pengungsi dan aparat kepolisian di Pekanbaru kemarin.

“Kami menolak segala bentuk kekerasan. Melakukan aksi damai adalah hal yang diperbolehkan di Indonesia sebagai salah satu cara penyampaian aspirasi,” demikian bunyi keterangan resmi UNHCR.

UNHCR mengklaim selalu mengingatkan para pengungsinya agar mematuhi hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kami akan terus menawarkan pengungsi untuk berdiskusi secara terbuka dengan staff UNHCR dan mitra kerja kami. Dan terus meningkatkan agar mereka mematuhi hukum di negara ini agar insiden serupa tak terulang di masa depan,” demikian bunyi keterangan itu.

Pembubaran paksa itu turut dibagikan oleh aktivis HAM, Veronica Koman lewat akun twitter pribadinya @VeronicaKoman.

Dalam video yang beredar terlihat polisi yang menggunakan tameng dan tongkat memukuli sejumlah pencari suaka. Beberapa orang lari kocar-kacir menghindari pukulan aparat.

Menurut Veronica, para pencari suaka itu semula berunjuk rasa di depan kantor UNHCR menyikapi dugaan bunuh diri seorang pengungsi Afghanistan.

Dalam rekaman video lain terlihat sejumlah orang mengenakan rompi berwarna biru terlihat jatuh di tanah dan seolah diinjak-injak oleh orang yang lain.

“They were protesting in front of the @UNHCRIndo office following the suicide of an Afghan refugee yesterday. They are all desperate for resettlement,” tulis Veronica.

D For GAEKON