1 Orang Polisi Polsek Percut Sei Tuan Diduga Dianiaya Atasannya, Sang Istri Tak Terima, Begini Kata Kapolsek

0

1 Orang Polisi Polsek Percut Sei Tuan Diduga Dianiaya Atasannya, Sang Istri Tak Terima, Begini Kata KapolsekGaekon.com – Seorang polisi di Polsek Percut Sei Tuan, Deli Serdang diduga dianiaya atasannya pada Selasa (27/9) malam. Atas kejadian itu korban mengalami luka memar di bagian tangan hingga wajah.

Seperti yang dilansir dari Kumparan, Korban yakni Brigadir FS, ia mengaku telah dianiaya atasannya. Menurut keterangan sang istri berinisial A, FS dianiaya Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu.

Atas kejadian ini, A kemudian melaporkannya ke Propam Polrestabes Medan. A menceritakan bahwa penganiayaan ini bermula saat suaminya diminta oleh keluarganya untuk melihat sebidang tanah di Desa Tanjung Selamat, Percut Sei Tuan.

Saat proses pengecekan, suaminya melihat seorang pengembang di lokasi tanah itu. FS kemudian menegur mereka yang melakukan kegiatan ilegal.

“Suami saya menegur penggarap yang melakukan kegiatan ilegal di tanah tersebut,” ujar A.

Setelah itu, FS dihubungi oleh pihak pengembang bernama Haji Burhan. Ia diajak makan durian di dekat lokasi kejadian. Namun sesampainya dilokasi FS justru mendapat perlakuan kurang enak dari kapolsek.

“Tetapi sampai di sana ternyata ada Pak Kapolsek dan suami saya dijedutkan, diborgol, dibanting dan dipukulin. Saya tidak menyangka dan tidak terima atas perlakuan itu,” ujar A.

A menyayangkan hal ini, menurutnya seorang kapolsek tidak pantas melakukan hal tersebut. Terlebih kepada bawahannya yang tak jelas apa kesalahannya.

“Kalau memang suami saya salah hukum lah dia mau disuruh push up 1.000 kali atau disetrap berhari-hari, di depan tiang bendera. Kenapa diperlakukan seperti binatang,” ujar A.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu membantah hal ini. Pihaknya justru mengatakan bahwa FS ditangkap lantaran meresahkan masyarakat.

“Jadi saya mengamankan anggota saya karena meresahkan masyarakat, dia menghancurkan bangunan masyarakat, menodongkan senjata,” ujar Janpiter.

Jan memastikan, tindakan yang diambil murni karena laporan masyarakat, sama sekali tidak ada sentimen pribadi.

“Ini aku buka, karena dia sudah seperti itu, aku buka semua. Sudah berulang kali dilakukan seperti itu. Kalau saya tak tanggap terhadap aduan masyarakat, nanti saya apa kata masyarakat,” ujar Janpiter.

Janpiter mengatakan setalah ditangkap, FS dibawa ke Polsek bersama dua anggota Provos untuk diperiksa. Namun saat akan dibawa, FS meronta-ronta.

“Dia lalu mengaitkan segala macam (benda) ke kepalanya. Jadi tidak benar 1.000 persen (dianiaya), Jadi apa yang dilontarkan istrinya, sama sekali tidak ada, apalagi istrinya tidak di situ. Banyak saksi masyarakat,” terangnya.

D For GAEKON