Polisi Siapkan Pengawalan Humanis Terkait Demo Mahasiswa Hari Ini

0

Polisi Siapkan Pengawalan Humanis Terkait Demo Mahasiswa Hari IniGaekon.com – Hari ini, Kamis (21/4) kelompok mahasiswa kembali menggelar demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Melansir dari Liputan6, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan pihak kepolisian telah menerima informasi tersebut. Pihak polisi telah bersiap untuk mengawal dan mengamankan demo mahasiswa agar berjalan tertib.

“Polda Metro Jaya siap mengamankan demo, kita akan bersikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada para peserta aksi demo yang akan menyampaikan pendapatnya,” jelas Zulpan.

Zulpan berharap agar seluruh peserta juga dapat saling bekerja sama dengan patuh tata tertib dan mengikuti ketentuan sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum dalam aksi yang dihelat hari ini.

Disiapkan Sejumlah Rekayasa Lalu Lintas Untuk 3 Kawasan Demo

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo juga telah menyiapkan sejumlah rekayasa arus lalu lintas di tiga titik kawasan demonstrasi.

“Rencananya ada di 3 titik yaitu di Patung Kuda, kemudian di DPR/MPR dan satu titik lagi di Harmoni. Oleh sebab itu, akan ada beberapa rekayasa lalulintas,” kata Sambodo.

Sambodo mengatakan, dari Patung Kuda, rekayasa lalu lintas akan dilakukan mulai dari menutup depan Gedung Sapta Pesona.

Kemudian, pada kawasan jalan yang menuju Istana Negara, seperti Harmoni, Gambir, termasuk Veteran juga akan dilakukan penutupan situasional.

Sementara untuk kawasan di depan Gedung DPR/MPR, Sambodo akan melakukan penutupan jalan. Rekayasa arus lalu lintas hanya akan menyisakan satu lajur yaitu jalur busway saja. Sambodo beralasan, hal ini dilakukan demi mencegah tindakan anarkistis, seperti yang terjadi pada aksi 11 April kemarin.

Untuk diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar demo terkait sejumlah isu yang dianggap melanggar konstitusi.

Demo yang disebut sebagai aksi nasional sidang rakyat itu menyoroti beberapa persoalan yang terjadi belakangan ini. Salah satunya, wacana perpanjangan masa jabatan Presiden yang disampaikan oleh empat menteri.

“Tidak hanya itu, polemik yang beredar, seperti kenaikan bahan pokok, ketimpangan ekonomi, dan berbagai polemik lainnya disebabkan karena ketidaktegasan dan ketidaktepatan kebijakan dan semrawutnya tata kelola yang dijalankan rezim saat ini,” demikian dikutip lewat akun instagram @bemui_official.

D For GAEKON