Polisi Tetapkan 5 Tersangka Dalam Kasus Taruna PIP Semarang Tewas Dipukul Seniornya

0

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Dalam Kasus Taruna PIP Semarang Tewas Dipukul SeniornyaGaekon.com – Seorang mahasiswa taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Zidan Muhammad Faza (21) tewas lantaran dipukul seniornya. Polisi menetapkan 5 tersangka dalam kasus ini.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka diantaranya yaitu Caesar, Budi Darmawan, Aris Riyanto, Albert Jonathan Ompusuhu dan Andre Arsprila.

Kelimanya ditahan di Polrestabes Semarang dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Zidan diketahui tewas lantaran dipukul seniornya dalam tradisi pembinaan di Mes Indo Raya, Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (6/9).

Menurut keterangan Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar, kejadian ini bermula saat para senior PIP angkatan 54 memanggil mahasiswa angkatan 55. Mereka menjalankan tradisi pembinaan untuk menempati mes tersebut.

Irwan mengatakan bahwa ada 8 orang senior dan 15 orang junior PIP Semarang yang datang menjalani tradisi uji kekuatan fisik di Mes Indo Raya. Setelah itu mereka melakukan tradisi uji fisik dengan pukulan ke perut.

Sebanyak 5 orang senior bergantian memukul 15 orang junior. Awalnya Zidan kuat menahan pukulan dari para seniornya, namun ia tumbang saat terakhir dipukul oleh sang senior, Caesar Richardo Bintang Samudra.

“Tradisi budayanya kan uji fisik, jadi satu per satu junior dipukul. Korban awalnya kuat saat seniornya mukul satu per satu. Tapi begitu terakhir oleh seniornya yang bernama Caesar, korban roboh jatuh dan tak sadarkan diri,” ujarnya.

Melihat kejadian itu, para senior dan junior PIP Semarang itu langsung panik. Mereka kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Roemani Semarang. Untuk menutupi kasus ini, para senior lantas meminta adik kelasnya merekayasa cerita.

Mereka sepakat penyebab kematian Zidan karena dipukul oleh Caesar di jalan gang daerah Tegalsari usai bersenggolan motor.

“Para senior ini sepakat membuat cerita bila korban tak sadar karena dipukul oleh Caesar karena dipicu senggolan motor di jalan kampung. Caesar pun sepakat karena merasa bersalah seiring korban roboh setelah dipukulnya,” kata Irwan.

Rekayasa cerita ini terungkap setelah polisi mencoba mencari barang bukti dan saksi, dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar Jalan Tegalsari Raya dan Rumah Sakit Roemani Semarang.

Polisi tidak mendapati kejadian bersenggolan motor antara korban dengan Caesar. Demikian juga dengan keterangan sejumlah saksi yang menyebut tak ada keributan di lokasi tersebut.

“Kita awalnya mau cari barang bukti dan saksi, tapi kok ada kejanggalanan. Makanya kita dalami dan akhirnya rekayasanya terbongkar”, ujar Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan.

D For GAEKON